nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkat Viral di Twitter, Omzet Pedagang Kain Tenun Maumere Capai Rp200 juta

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 19:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 194 2123317 berkat-viral-di-twitter-omzet-pedangang-kain-tenun-maumere-capai-rp200-juta-Aozve3sJZW.jpg Kain Papua. (Foto: Okezone)

MEDIA sosial kembali menunjukkan daya magisnya. Belum lama ini beredar sebuah unggahan viral yang dibagikan oleh akun Facebook Perkumpulan Wastra Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, seorang penenun asal Maumere, Flores, terlihat sedang melakukan workshop di salah satu pusat perbelanjaan ibu kota. Tepatnya di Sarinah, Jakarta Pusat.

Pada keterangan foto, sang pemilik akun menuliskan sebuah kalimat imbauan kepada para pencinta wastra untuk mampir dan berinteraksi secara langsung dengan sang penenun. Pasalnya, sejak unggahan ini dibagikan beberapa hari lalu, kondisi pameran memang terbilang sepi dari pengunjung.

sejak unggahan ini dibagikan beberapa hari lalu, kondisi pameran memang terbilang sepi dari pengunjung.

Berkat kekuatan netizen di Twitter dan media sosial, hari ini pameran wastra besutan Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) tersebut mendadak dipenuhi ratusan pembeli dari berbagai daerah.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah staf event bernama Nisa. Menurutnya, sejak digelar pada 22 Oktober lalu, pameran baru dipadati pengunjung hari ini, Selasa (29/10/2019).

"Tiga hari yang lalu masih sepi banget. Enggak ada penjualan sama sekali, saling enggak ada orangnya yang dateng. Padahal kemarin itu weekend. Jumat masih ada beberapa pengunjung, karena ada fashion show juga. Sabtu dan Minggu malah enggak ada orang," terang Nisa saat ditemui di tempat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Cletus Beru, selaku Ketua Sanggar Doka Tawa Tana. Kebetulan sosok wanita yang ada pada foto viral tersebut merupakan salah satu penenun dari sanggarnya bernama Martina.

Sejak viral di media sosial, sampai sore tadi Cletus berhasil menjual lebih dari 40 kain tenun dengan total omzet mencapai Rp200 juta. "Hari ini memang ramai sekali pengunjung. Kami kemarin bawa 100 kain dari NTT, tapi sekarang bisa dilihat sendiri barangnya sudah sangat sedikit," ungkap Cletus.

Kendati demikian, Cletus menegaskan bahwa hal ini juga tidak terlepas dari peran serta KCBI dan Sarinah yang telah mengundang dan menyediakan mereka tempat untuk menggelar workshop.

sampai sore tadi Cletus berhasil menjual lebih dari 40 kain tenun dengan total omzet mencapai Rp200 juta.

"Namanya pameran itu semua orang pasti mengalami saat ramai dan saat sepi. Tetapi saya di sini mau menegaskan, KCBI dan Sarinah tidak pernah menelantarkan kami. Kami di sini tidak meminta belas kasihan, tapi kami senang bila banyak yang membantu menyebarkan informasi," tegas Cletus Beru.

Nah, untuk harga kain tenun khas Maumere dari Sanggar Doka Taw Tana sendiri memang beragam. Dimulai dari Rp700 ribu hingga Rp13 juta tergantung motif, warna, dan tingkat kesulitannya.

Bagi sebagian orang, harga kain tenun tersebut mungkin akan terdengar mahal. Namun tahukah Anda? Untuk membuat satu produk kain tenun membutuhkan waktu yang cukup lama, antara enam bulan sampai satu tahun.

Apalagi seluruh proses dan bahan-bahan produksi menggunakan teknik tradisional dan alami. Tak heran bila harganya terbilang tinggi dibilang kain tradisional lainnya.

 Tak heran bila harganya terbilang tinggi dibilang kain tradisional lainnya.

Tertarik untuk menyambanginya? Pameran ini digelar hingga 31 Oktober mendatang. Selain kain tenun khas Maumere, Anda juga bisa menemukan beragam kain tradisional khas Indonesia lainnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini