nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semakin Diminati, Kain Katun Mulai Naik Kelas di Busana Kekinian

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 21:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 29 194 2123347 semakin-banyak-dimati-kain-katun-mulai-naik-kelas-di-busana-kekinian-MLmEIkAdUn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK desainer Tanah Air mulai melirik kain katun dalam menciptakan mode busana. Bahkan bisa dipadukan juga dengan kain etnik seperti tenun.

Karena kualitasnya lebih baik, semua jenis katun pasti nyaman dipakai siapa saja. Tentunya saat dipakai sehari-hari, outfit berbahan kain katun ini pasti menyerap keringat.

Desainer Amanda Lestari sengaja mengawinkan kain katun dan tenun badui. Lewat Lekat 2, dia membuat outfit dengan sentuhan edgy style. Pencinta fashion Tanah Air pun mulai memburunya.

Amanda Lestari menuturkan, dari masa ke masa kain katun jelas lebih nyaman dipakai oleh banyak orang. Selain itu, kain katun juga ramah lingkungan, karena bahan dasarnya dari kapas.

Amanda Lestari menuturkan, dari masa ke masa kain katun jelas lebih nyaman dipakai oleh banyak orang.

"Kami mengedukaasi masyarakat untuk gunakan sustainable fashion. Kain katun ini ramah lingkungan karena bisa di-recycle," ucap perempuan yang akrab disapa Mandy di Cotton Day Indonesian 2019, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

Kain katun, imbuh Mandy, bisa disulap jadi berbagai model baju ready to wear. Dia pun membuat dress, vest, sampai kemeja untuk laki-laki, yang sangat cocok dipakai untuk sehari-hari.

Tentunya Mandy menambahkan sentuhan gaya etnik tenun Badui, yang tetap kalem dilihat. Ketika mengawinkan dua jenis kain berbeda, Mandy juga tak merasa kesulitan. "Kalau tantangan sebenarnya enggak terlalu sulit. Tapi bagaimana bisa menerjemahkan tenun ke katun dan affordable kalau dipakai," imbuh dia.

Sementara untuk pemillihan warnanya, Mandy tetap mengacu pada earth tone. Karena market Indonesia saat ini menyukai warna-warna kalem agar tetap modis.

Executive Director Cotton Council International (Cotton USA) Bruce Atherley menambahkan, menyadari minat market Indonesia suka pakai baju berbahan katun, maka industri pertekstilan dunia saat ini menciptakan kain katun dengan teknologi tinggi. Belum lagi tingginya kekhawatiran masyarakat akan limbah kain yang dapat mencemari lingkungan.

Belum lagi tingginya kekhawatiran masyarakat akan limbah kain yang dapat mencemari lingkungan.

"Peminat kain katun semakin meningkat. Sebabnya masyarakat sekarang khawatir akan polusi microfiber. Maka katun ini aman, baik dicuci dengan air," ujar Bruce, di kesempatan sama.

Dia juga yakin khusus industri pertekstilan di Indonesia ini bisa tumbuh besar. Sebabnya setiap hari tak pernah berhenti memproduksi kain katun.

"Garment kain di Indonesia saat ini cukup dinamis. Sehingga punya kesempatan besar lebih banyak memproduksi kain katun yang pasti diminati banyak kalangan," tutup Bruce.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini