nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gong JFW 2020 Terasa Flat Tanpa Koleksi Avant Garde

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 29 194 2123383 gong-jfw-2020-terasa-flat-tanpa-koleksi-avant-garde-RgbwUhbjpL.jpg Koleksi busana di Gong JFW 2020 (Foto: M. Sukardi/Okezone)

Jika Anda sangat terpukau dengan koleksi aksesori Rinaldy Yunardi di Dewi Fashion Knights (DFK) 2018 sebagai gong JFW 2019, maka jangan bandingkan dengan tampilan DFK 2019 di JFW 2020.

Kesan avant garde tidak begitu terasa dalam koleksi keempat nama desainer DFK 2019 yang ditunjuk untuk tampil sebagai gong JFW 2020. Mereka itu antara lain Auguste Soesastro, Mel Ahyar, Jeffry Tan, dan Adrian Gan.

Anda mesti melepaskan kacamata tahun lalu untuk melihat sisi lain dari DFK. Sebab, jika anggapan avant garde itu masih melekat, mungkin Anda bisa menilai koleksi keempat desainer ini biasa saja.

Meski begitu, koleksi keempat desainer dengan tema 'Borderless' cukup bisa dinikmati secara konsep. Keempat desainer ini mampu menginterpretasikan tema yang ditunjuk dengan kekhasan mereka.

So, bagaimana tampilan empat desainer DFK 2019 di momen gong JFW 2020?

1. Auguste Soesastro

Desainer ini coba mendobrak gender Jawa yang cukup kuat. Beskap dan surjan yang sangat erat kaitannya dengan pakaian pria diinterpretasikan dalam busana perempuan.

 Fashion show

Ya, Auguste coba menyajikan beskap dan surjan untuk perempuan. Lurik pun tetap ditonjolkan di beberapa koleksi sebagai identitas dari surjan.

 Fashion show

Auguste juga coba menyajikan koleksi bergaya sangat maskulin untuk perempuan dilihat dari pemilihan material yang straight. Auguste benar-benar ingin mendobrak batasan dengan caranya sendiri di JFW 2020.

2. Mel Ahyar

 Fashion show

Desainer yang terkenal dengan koleksi ekspresif ini pun menampilkan koleksi bertema 'Skins' yang cukup menyita perhatian. Secara visual, Anda akan dimanjakan dengan beberapa koleksi berwarna neon dengan tampilan runway yang sangat mencolok.

 Fashion show

Ada satu koleksi Mel Ahyar yang coba menjelaskan kegelisahan, depresi, dan media sosial yang sekarang ini menjadi isu milenial. Di gaun putih tersebut, Mel Ahyar menuangkan beberapa curhatan netizen depresi. Anda bakal lihat tulisan 'Depressed and alone' di sana.

 Fashion show

Tidak hanya itu, isu media sosial yang diinterpretasikan Mel Ahyar juga tergambar dengan cukup apik di koleksi terakhirnya. Model menampilkan kain berbahan tule dengan beberapa material yang ditanamkan di sana. Anda benar-benar akan dibawa masuk ke dunia Mel Ahyar yang 'liar'.

3. Jeffry Tan

Melihat koleksi Jeffry Tan mungkin akan membuat Anda berkata 'biasa'. Ini juga yang dilontarkan beberapa orang yang melihat langsung shownya Senin malam (28/10/2019).

 Fashion show

Jeffry dalam tampilannya di DFK 2019 seperti ingin menghilangkan kesan 'avant garde' tersebut. Sementara itu, dia ingin penonton yang hadir melihat bagaimana pakaian dengan kesan clean-simplicity tetap bisa menarik perhatian.

Hal itu dapat dilihat dari caranya menabrakkan motif structured yang cukup ekstrem. Anda akan melihat bagaimana koleksi dengan potongan clean kemudian diberi sentuhan structured asimetris yang kemudian bagian lainnya berpotongan abstrak.

 Fashion show

Jeffry Tan coba melihat sisi 'tanpa batas' dari ruang yang berbeda. Peleburan berbagai unsur yang coba ditampilkan memberi tampilan koleksi yang secara visual memang tak begitu mencolok, namun jika diperhatikan detil, Anda akan larut di dalamnya.

4. Adrian Gan

Kain ulos yang menjadi DNA di koleksinya kali ini tampil modern dengan tidak menghilangkan esensi utama dari tempat diciptakannya kain tersebut. Adrian Gan bukan hanya meleburkan waktu, tetapi dia juga menyatukan dua unsur budaya.

 Fashion show

Ya, dia menggabungkan rasa tradisional dengan tampilan yang lebih kekinian. Koleksi wearable juga coba disajikan Adrian dengan caranya sendiri.

Warna bold khas kain ulos memberi daya pikat tersendiri. Sekali pun koleksi tersebut berwarna putih, Anda akan lihat bagaimana detil yang sangat kecil mampu memberi napas dan menjadi statement dalam koleksi itu.

 Fashion show

Well, itu dia empat desainer dengan koleksi bertema 'Borderless'. Interpretasi liar dan originalitas dari setiap desainer menjadi kekayaan yang tak akan bisa dimiliki desainer lain. Begitulah akhir dari JFW 2020, bagaimana menurut Anda?

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini