nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rancang Lady Warrior yang Menang di WoW 2019, Rinaldy Yunardi Akui Kesulitan Menganyam

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 23:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 194 2123386 rancang-lady-warrior-yang-menang-di-wow-2019-rinaldy-yunardi-akui-kesulitan-menganyam-tIjD390GxG.jpeg Rinaldy Yunardi (Foto: Pradita Ananda/Okezone)

Rinaldy Yunardi, desainer aksesori yang karya-karyanya sudah banyak dikenakan bintang dunia ini kembali mengharumkan nama Indonesia. Ia baru-baru ini sukses meraih tiga penghargaan sekaligus di kancah internasional.

Tiga penghargaan yang diraih Rinaldy Yunardi ialah, Avant Garde Section, International Awards : Asia, dan penghargaan tertinggi, Supreme di ajang WoW Awards atau World of Wearable Arts 2019 yang digelar di Wellington, Selandia Baru.

 Pria duduk

Sukses meraih tiga penghargaan sekaligus di ajang kompetisi seni wearable internasional yang diikuti oleh 22 negara dari seluruh dunia dan 115 desainer ini, ia mengusung maha karya seninya yakni ‘Lady Warrior’.

Lady Warrior digambarkan Rinaldy Yunardi sebagai sosok perempuan seperti kertas yang rapuh, mudah robek, namun ketika dipilin menjadi benang justru bisa menjadi pengikat yang menguatkan.

“Ini terinspirasi dari personalitas ibu saya. Lady Warrior dihadirkan khusus untuk para perempuan yang selalu dituntut untuk menjadi sosok yang kuat, yang dapat menyelesaikan persoalan dan polemik sehari-hari dengan mengandalkan kelembutan ketenangan dan intelektualitas,” ujar Rinaldy saat ditemui Okezone, Selasa (29/10/2019) di acara ‘Gathering WoW Awards 2019’ di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Meski sudah bisa dibilang maestro di bidangnya, namun desainer aksesori yang akrab disapa dengan panggilan Yungyung ini mengaku tetap ada kesulitan yang ia hadapi saat membuat ‘Lady Warrior’ yang menggunakan material bahan utama kertas daur ulang.

“Kesulitannya, seperti halnya kertas daur ulang itu saya pilin jadi tali agar lebih kuat untuk saya anyam. Selain cerita tentang perempuan, kerajinan tangan khas Indonesia itu kan menganyam. Nah biasanya nganyam pakai rotan, ini sekarang pakai kertas daur ulang, jadi ya kesulitannya di proses menganyam itu,” tukas Rinaldy.

Menghadirkan karya seni ‘Lady Warrior’, Rinaldy melakukan persiapan memakan waktu hingga enam bulan lamanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini