nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat Lawan Kanker Payudara

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 14:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 29 481 2123108 kisah-wakil-ketua-mpr-ri-lestari-moerdijat-lawan-kanker-payudara-v47I1cg75p.jpeg Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto : Sukardi/Okezone)

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengaku idap kanker payudara HER-2 Positif. Penyakit itu diketahui ada di tubuhnya sejak Oktober 2016, jadi bisa dikatakan sudah 3 tahun ini Lestari berjuang melawan kanker yang terbilang sangat agresif.

Pernyataan ini dia sampaikan dalam diskusi publik yang mana banyak penyintas kanker juga yang hadir. Dalam kesempatan itu juga Lestari memberi semangat pada semua pasien kanker, khususnya kanker payudara HER-2 Positif.

"Kanker tidak bisa membunuh harapan dan cinta. Rayakan kehidupan, lalui dan jalanilah. Gunakan kesempatan yang ada untuk menjadi lebih berarti, bermakna, dan berguna," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat di acara Diskusi Publik: Pentingnya Akses Pelayanan Pengobatan Berkualitas bagi Pasien Kanker Payudara HER-2 Positif di Gedung Perpustakaan Nasional, Selasa (29/10/2019).

Wakil Ketua MPR

Lantas, bagaimana kemudian Lestari bisa berjuang sampai sekarang?

Dalam keterangannya, Lestari pertama mengetahui idap kanker payudara HER-2 Positif sejak Oktober 2016. Setelah tahu itu dirinya sempat 'drop' tapi kemudian dia memilih bangkit dan segera mungkin melakukan tindakan pengobatan.

Operasi langsung dilakukan pada Desember 2016. Setelah itu, perjuangannya melawan kanker belum selesai, karena dia mesti menjalani tindakan kemoterapi pada Januari 2017.

"Saya tahu persis bahwa kecepatan dan ketepanan adalah satu-satunya cara untuk kita dapat mengatasi permasalahan yang kita hadapi (kanker payudara HER-2 Positif)," ungkapnya.

Lestari Curhat

Lestari menerangkan, sampai sekarang pengobatan belum selesai. Sejak 2017 hingga 2018 dia mesti menghadap dokter untuk mendapatkan pertolongan. "Saya itu 3 minggu sekali mesti ke rumah sakit," singkatnya.

Sampai akhirnya pada 2019, Lestari meminta izin pada dokter pribadinya untuk 'libur' sebentar karena harus mengurusi Pilpres 2019. Selesai masalah politik, Juli 2019 masuk rumah sakit sampai saat ini belum selesai. Kemudian, September akhirnya Lestari kembali menjumpai dokternya.

"Saat sibuk dengan urusan politik, saya ke rumah sakit itu sekali dalam sebulan. Sekarang dokter bilang sudah boleh dalam 6 bulan, 18 kali terapi terakhir dijalani. Mudah-mudahan ini terapi terakhir," katanya.

Lestari Moerdijat

Lestari menambahkan, perjuangan dia dan para penyintas lain panjang dan bisa dilalui jika kita bersama-sama. Dia pun mengapresiasi apa yang diinisiasikan Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum Cancer Informastion and Support Center (CISC).

"CISC ini adalah penyemangat sekaligus ruang agar pasien kanker terus bisa berjuang dan memberi kesempatan pada perempuan untuk mendapatkan kesempatan hidup lebih layak dan hidup panjang, serta bersama-sama dengan keluarga menunaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik " pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini