nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Linda Gumelar Minta Jalur Administrasi Pasien Kanker Dipangkas

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 16:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 481 2123209 linda-gumelar-minta-jalur-administrasi-pasien-kanker-dipangkas-vsA83YPREr.jpeg Linda Gumelar (Foto: M. Sukardi/Okezone)

Oktober ditetapkan sebagai bulan Kanker Payudara Internasional. Karena itu, kita sering melihat gerakan atau seruan dari kelompok penyintas ataupun pendukung pasien kanker payudara menggaungkan 'Sadari' atau periksa payudara sendiri.

Kanker payudara sendiri termasuk dalam lima jenis kanker dengan insiden dan kematian tertinggi di dunia. Lebih lanjut, kanker payudara di dunia mencapai 58.256 kasus atau sekitar 16,7 persen. Sebanyak 42,1 per 100.000 kasus dialami perempuan dengan angka kematian berjumlah 17 per 100.000.

 Perempuan berdiri

(Foto: M. Sukardi/Okezone)

Nah, kanker payudara jenis HER-2 Positif ternyata menjadi kasus paling banyak dalam kelompok kanker payudara. Penyakit ini diidap 20 persen dari keseluruhan kasus kanker payudara.

Karena itu, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus penyintas kanker payudara Linda Gumelar mengharapkan masyarakat untuk semakin 'aware' dengan 'Sadari' atau periksa payudara sendiri.

Kemudian, untuk penyintas kanker payudara sendiri, Linda menyatakan untuk tetap semangat dalam melakukan pengobatan secara media. "Kalian mesti ingat, kalian tidak sendiri dan kami ada bersama kalian," ungkapnya saat diwawancarai Okezone di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Selain untuk penyintas kanker, Linda Gumelar juga berharap agar keluarga, teman, atau saudara penyintas kanker memberi semangat pada pasien. Hal ini dianggapnya penting karena psikologis pasien kanker itu sangat lemah, dengan diberikan semangat, pasien akan bisa lebih kuat menjalani hari-harinya.

Dia juga berpesan untuk jangan pernah mengucilkan pasien kanker. Sebab, untuk mereka tetap bisa bertahan saja tidak mudah, apalagi sampai mendapat tekanan berupa ejekan atau hinaan. Ada baiknya kita semua memberi sesuatu yang positif demi kebaikan bersama.

Tidak hanya itu, Linda Gumelar juga memberi catatan untuk pemerintah agar bisa memberikan kebijakan secara khusus pada pasien kanker, seperti memotong jalur administrasi juga percepatan kepada pasien terkait pelayanan dan pengobatan.

"Ini karena penyakit kanker itu berkejaran dengan waktu," singkatnya.

Linda Gumelar berharap, mudah-mudahan lahir kebijakan dari pemerintah yang dapat memberi kebahagiaan untuk seluruh pasien kanker di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini