nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai Teknik Jepang Kuno, Sarah Sofyan Ciptakan Baju Timeless

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 20:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 194 2123785 pakai-teknik-jepang-kuno-sarah-sofyan-ciptakan-baju-timeless-SNVozKot1p.jpg Sarah Sofyan. (Foto: Okezone)

DALAM berbusana, Sarah Sofyan memang terlihat modis dan inspiratif. Tidak heran jika banyak desainer yang tertantang ingin kolaborasi dengan influencer cantik itu.

Misalnya saja Desainer Kami yang digawangi Istafiana Candarini, Afina Candarini dan Nadya Karina. Menutup Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, desainer modest wear yang kreatif tersebut kembali unjuk gigi.

Menamai karyanya dengan Ruze, beberapa gaya berpakaian andalan Sarah Sofyan, diilustrasikan dalam gaya vintage floral. Hasilnya cantik memukau, apalagi dengan dua nuansa warna, yakni bold dan pastel.

Sarah Sofyan mengatakan, terkadang para hijaber sering kesulitan mencari baju dengan look elegan, tapi tetap kalem. Karenanya, dia menantang Kami untuk membuat outfit yang dia mau.

terkadang para hijaber sering kesulitan mencari baju dengan look elegan, tapi tetap kalem.

"Saya maunya kalau pakai baju its itu terlihat elegan, timeless, bisa dipakai ke kondangan, event, dan lainnya. Tapi kesannya harus terlihat simpel," ucap Sarah Sofyan di Senayan City.

Creative Director Kami Nadya Karina menambahkan, koleksi Ruze menonjolkan sisi feminin dan elegan. Di beberapa outfit-nya, ada penggunaan payet dan jenis pilihan bahannya adalah see through.

"Look busana ini terinspirasi dari Tagetes Patula atau French Marigold, yaitu bunga terkenal yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Bunga ini memiliki aplikasi ornamen, obat, dan banyak lagi," ujar Karin kepada wartawan.

Selain itu, motif busana ini terinspirasi dari teknik jahit tekstil kuno dari zaman Edo, atau dikenal dengan Sashiko. Teknik ini dimaksudkan untuk memperpanjang umur kain yang usang dan selalu terlihat indah kalau dipakai sehari-hari.

 motif busana ini terinspirasi dari teknik jahit tekstil kuno dari zaman Edo, atau dikenal dengan Sashiko.

Karin menyebutkan, teknik Sashiko biasa dipakai orang Jepang kelas menengah ke bawah. Fungsinya agar kainnya selalu terlihat indah dalam jangka waktu lama. "Filosofinya sendiri kalau misalnya suami istri itu ada makna dan doa perlindungan," imbuh Karin.

Ada 16 look yang ditunjukkan, terdiri dari atasan, bawahan, luaran dan dress. Jika biasanya memilih warna khas earth tone, kali ini fokusnya pada warna pastel dan bold.

"Kalau warnanya ada dua nuansa, yaitu pastel seperti warna krem atau toska. Lalu ada warna bold seperti dark blue dan maroon. Warna ini bisa dibilang karakter Sarah dan wanita pada umumnya," pungkas Karin.

 Warna ini bisa dibilang karakter Sarah dan wanita pada umumnya,

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini