nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Chatting Pakai Emotikon Berbau Seks Bakal Disensor Facebook dan Instagram

Della Astrini, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 10:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 612 2123487 chatting-pakai-emotikon-berbau-seks-bakal-disensor-facebook-dan-instagram-I1hNOkEf6F.jpg Emotikon berbau cabul bakal disensor (Foto: Metro)

EMOTIKON merupakan salah satu elemen yang tak terpisahkan dari percakapan pada layanan atau aplikasi berbasis internet. Bagaimana tidak, selain bisa menunjukkan ekspresi, emotikon juga mampu membuat chatting lebih akrab dan santai.

Namun ada beberapa emotikon yang salah diartikan oleh pengguna media sosial. Khususnya ketika chatting atau berkomentar melalui media sosial Facebook dan Instagram dengan konten berbau seks.

Emoji peach

Meskipun ini bukan sesuatu yang baru, Facebook telah membawa hal negatif mengenai seks ke tingkat yang baru. Kali ini, Facebook melarang postingan yang menggunakan "Emotikon berbau seksual" yang dapat kita asumsikan.

Emotikon tersebut adalah terong, buah persik, air menetes, dan beberapa emotikon lainnya. Situs web berita industri dewasa XBIZ menyampaikan kabar dan menyatakan bahwa Facebook memperbarui Standar Komunitas mereka belakangan ini. Namun demikian, ternyata peraturan yang terakhir tidak terlaksana dengan baik.

Aturan baru tersebut berasal dari bagian 16 dari Standar Komunitas, “Sexual Solicitation” Dalam kriteria yang baru, Facebook mencatat bahwa mereka menarik garis mengenai "Ketika konten memfasilitasi, mendorong atau mengkoordinasikan pertemuan seksual antara orang dewasa."

 Ilustrasi emotikon

Ada dua kriteria baru yang ditambahkan ke bagian ini. Yang pertama adalah "Offer or Ask." Yang mana kriteria ini maksudnya adalah konten secara implisit atau tidak langsung (biasanya melalui menyediakan metode kontak) maksudnya menawarkan atau meminta foto telanjang, seks atau mitra seksual, atau bisa juga percakapan membahasa tentang obrolan berbau seks.

Menurut aturan baru ini, mempromosikan atau hanya menautkan ke halaman seseorang dapat melanggar standar komunitas tersebut. Adapun kriteria yang bisa melanggar peraturan itu, yakni membahas “elemen sugestif”.

Facebook menyebutkan untuk penggunaan Emotikon “Konten yang membuat penawaran atau permintaan yang disebutkan di atas adalah salah satu dari unsur-unsur sugestif emotikon. Contohnya adalah membahas peran seksual, posisi seks, skenario fetish, keadaan gairah, tindakan hubungan seksual atau aktivitas (penetrasi atau kesenangan seksual), atau citra individu nyata dengan tubuh telanjang yang dicakup oleh bagian manusia, benda, atau obstruksi digital yang digambarkan melalui emotikon.

Ilustrasi emotikon

Jika Anda ketahuan menggunakan emotikon untuk hal-hal tersebut, akun Anda bisa dinonaktifkan dalam batas waktu yang belum ditentukan. Seiring berkembangnya era teknologi, kini semakin banyak media sosial yang memperbaiki konten agar terhindar dari hal negatif.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini