nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Katon, Lebih Pilih Berobat ke Ki Mijil saat Tangan Patah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 10:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 31 481 2123977 curhat-katon-lebih-pilih-berobat-ke-ki-mijil-saat-tangan-patah-vQVt9EWXYb.jpg Katon Bagaskara. (Foto: Instagram)

MUSISI Legendaris Katon Bagaskara percaya bahwa alam semesta ini menyimpan obat penyembuh dan melalui Tuhan semua penyakit disembuhkan. Kepercayaan ini yang kemudian menggiring dia untuk lebih percaya pada pengobatan alternatif dibandingkan medis.

Bukan tanpa alasan, Katon Bagaskara telah melalui banyak momen yang membuatnya semakin yakin pada pengobatan alternatif dan ini baginya adalah jalan Tuhan. Dia yakin, Tuhan mendekatkan dirinya pada pengobatan jenis ini dan dari situ jugalah banyak kesembuhan yang dia rasakan.

Belum lama ini, Katon Bagaskara mengalami kecelakaan yang membuat tangan kirinya cidera. Kejadian itu terjadi saat dirinya iseng main skateboard lagi. Tapi, karena keseimbangan yang sudah tidak baik dan faktor usia, dia jatuh dan membuat tangan kirinya patah. Padahal, di hari yang sama dia mesti tampil di salah satu acara.

"Ya, jadi Sabtu kemarin saya iseng keluar main skateboard bareng anak. Nah, karena sudah lama nggak main dan baru bangun tidur, jatuhlah saya," terangnya kala dihubungi Okezone.

"Harusnya saat tahu kalau tubuh akan jatuh, kita menjatuhkan badan seluruhnya, tapi saya malah mengandalkan tangan kiri untuk menahan beban tubuh dan akhirnya cidera lumayan parah. Pergelangan tangan kiri saya keluar," tambah dia.

Ini dipilih untuk menjaga agar tangan kirinya tidak semakin parah saat manggung.

Mencoba membantu, kekasihnya memutar pergelangan tangan kiri yang keluar itu, dengan maksud mengembalikannya ke posisi semula sebagai pertolongan pertama. Setelah itu, Katon diberi tindakan medis berupa pemasang gips, agar tidak memperparah kondisi tangannya. Ini dipilih untuk menjaga agar tangan kirinya tidak semakin parah saat manggung.

Keesokan harinya, setelah dia melepas gips tersebut, Katon memutuskan untuk pergi ke salah seorang pelaku pengobatan alternatif bernama Ki Mijil. Orang inilah yang kemudian memberinya bantuan mengatasi masalah patah tulang tangan kirinya itu.

Dalam penanganan alternatif yang diterima, Katon menjelaskan kalau tangannya itu disanggah dengan kayu randu. Kayu ini yang kaku itu, membantu memaksimalkan penyembuhan dan pengembalain tulang ke posisi sebelumnya.

Sebelum disanggah dengan kayu randu, Katon pun mendapat tindakan berupa tusuk jarum dan beberapa tindakan lainnya yang bersifat supranatural.

"Ya, sekarang tangan kiri saya masih recovery. Tapi, kondisinya semakin membaik dan tidak ada masalah yang berarti. Ini hanya menunggu proses penyembuhan tulang dan pengembalian tulang ke posisi semula," ungkapnya.

Pertemuan Katon Bagaskara dengan Ki Mijil tidak terjadi begitu saja. Karena kejadian serius juga akhirnya musisi legendaris ini bisa bertemu dengan Ki Mijil.

Berdasar penuturannya pada Okezone, Katon menjelaskan, dirinya bertemu dengan Ki Mijil 6 tahun lalu, tepatnya pada 2013. Kondisinya saat pertama kali bertemu dengan Ki Mijil sangat parah.

Banyak bagian tulangnya yang patah akibat kecelakaan di atas panggung saat tampil di Senayan Jakarta. Nah, panggung yang dibentuk panitia kala itu ujungnya tidak tumpul melainkan lancip. Katon menggambarkannya seperti catwalk tapi ujungnya lancip.

ujungnya tidak tumpul melainkan lancip. Katon menggambarkannya seperti catwalk tapi ujungnya lancip.

Karena kondisi panggung seperti itu, saat dirinya ingin berfoto di ujung panggung, salah satu kakinya tak mendapatkan tolakkan yang kokoh, alhasil dia jatuh.

"Panggungnya saat itu cukup tinggi karena shownya di luar ruangan. Di bawah panggung juga ada subwoofer speaker yang sangat besar dan tubuh saya jatuh ke sana," ceritanya.

Karena kecelakaan itu, 6 tulang rusuk kirinya patah dan 2 tulang bahunya juga patah. Kondisi tersebut membuat dirinya mesti mendapat pertolongan serius. Nah, sebelum melakukan operasi secara medis, sahabatnya yang bernama Soedarsono Esthu coba mengenalkannya pada Ki Mijil.

Katon yang merasa tidak ada ruginya jika mencoba, mengiyakan tawaran Esthu yang merupakan seorang budayawan. Pergilah Katon ke tempat praktik Ki Mijil, dan mendapat penanganan.

"Ia (Ki Mijil) menyentuh bagian yang patah di tubuh saya kemudian melakukan tindakan semacam operasi tapi saya tidak melihat ada darah di sana," tutur dia.

 Esthu yang merupakan seorang budayawan. Pergilah Katon ke tempat praktik Ki Mijil, dan mendapat penanganan

"Meski begitu, bagian yang tadinya saya rasakan panas, perlahan menghilang. Area tulang saya yang meradang dibersihkan dengan cara ala Ki Mijil dan ya, saya perlahan pulih," paparnya.

Hanya butuh tiga kali pertemuan sampai akhirnya Katon Bagaskara benar-benar pulih dari sakitnya. Padahal, dokter menyatakan kalau Katon mesti mendapat operasi intensif.

Setelah mendapat tindakan Ki Mijil, Katon istirahat total selama 2 bulan dan pasca istirahat, dirinya mengaku benar-benar pulih kembali dan sudah bisa kembali manggung. "Kalau ngikutin operasi medis, baru enam bulan pasca operasi baru bisa pulih," tambahnya.

Memang, tidak mudah menaruh kepercayaan pada pengobatan alternatif. Terlebih, kita sekarang hidup di era modernisasi dan pengobatan medis yang semakin canggih.

 Terlebih, kita sekarang hidup di era modernisasi dan pengobatan medis yang semakin canggih.

Meski demikian, Katon Bagaskara yakin dengan jalan pilihannya. Ia yakin kalau Tuhan menghendaki dirinya untuk sembuh dan sehat lewat jalur alternatif. Jadi, Katon tidak mengkultuskan Ki Mijil, melainkan percaya pada kehendak Tuhan.

"Saya tidak kemudian fanatik dengan pengobatan alternatif, tapi Tuhan yang kemudian membawa saya ke jalan pengobatan alternatif dan dari sana saya mendapatkan kesembuhan saya. Jadi, ini semua karena Tuhan, pengobatan alternatif hanya 'tangan Tuhan' agar saya bisa tetap sehat sampai sekarang," ucapnya.

Katon Bagaskara mengaku jika dirinya sangat mengandalkan intuisi untuk membaca sekitar dan memahami apakah keputusannya itu berfaedah atau tidak. Jadi, saat keputusannya untuk datang ke Ki Mijil itu, dia pun membawa intuisi tersebut sampai akhirnya penanganan pertama dilakukan.

Selepas Ki Mijil melakukan tindakan, yang tubuh saya rasakan ialah rasa kebakar yang begitu dahsyat di area yang mengalami masalah hilang dan karena itu dia menaruh kepercayaan pada Ki Mijil.

"Tindakannya hanya 5 menitan aja dan sakitnya benar-benar reda. Perasaan ini yang kemudian membawa saya untuk bertemu lagi dengan Ki Mijil seminggu kemudia sampai akhirnya di minggu ketiga, semuanya kembali pulih. Tulang saya menyatu kembali," ceritanya.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini