Pengalaman Mistis Wiwin, Diteror Suara Aneh dan Bau Melati di Kamar Hotel

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 612 2124202 pengalaman-mistis-wiwin-diteror-suara-aneh-dan-bau-melati-di-kamar-hotel-fgtslJ6bJs.jpg Ilustrasi kamar hotel (Foto: Tripadvisor)

HOTEL bisa menjadi tempat paling nyaman, namun bisa juga menjadi tempat paling menyeramkan. Oleh sebab itu memilih hotel terbaik sebelum memesan bisa menjadi pilihan menarik. Membaca testimoni dari para pelanggan sebelumnya juga dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas sebuah hotel.

Semakin tinggi bintang dan kemewahan sebuah hotel, belum tentu sebanding dengan kenyamanan yang diterima. Seperti kisah Wiwin (nama samaran) yang mendapat gangguan makhluk halus saat menginap pada salah satu hotel di Yogyakarta .

Hotel ini mewah dan sangat terkenal di daerah tersebut. Selain memiliki nama besar, hotel ini juga salah satu penginapan bintang lima di tempat itu. Arsitektur bangunan yang penuh sejarah, nuansa Jawa yang kental, restoran besar, beberapa kolam renang dan lapangan golf, semakin memanjakan pengunjung.

Wiwin yang bekerja sebagai salah satu pegawai swasta di Jakarta mendapat tugas untuk dinas ke luar kota. Sesampainya di Yogyakarta , Wiwin pun langsung meluncur ke hotel mewah tersebut. Ia terlihat sangat senang dan kagum karena bentuk bangunan hotel yang terlihat klasik.

 Hotel

Check-in pun dilakukan dan kamar hotel pun mulai dibagikan. Sebagaimana diketahui, perjalanan dinas Wiwin tidak dilakukan seorang diri, melainkan melibatkan dua orang public relation dan empat karyawan lain dari perusahaan swasta di Pulau Jawa.

Meski berangkat dengan rombongan yang cukup banyak, namun setiap orang disewakan masing-masing satu kamar untuk menjaga privasi yang lebih baik. Wiwin pun sangat antusias dengan kamar hotel yang diperolehnya.

Ketika masuk ke kamar hotel sekira pukul 15.00 WIB, nuansa nyaman dan asri sangat kental terasa. Balkon hotel kamar Wiwin langsung berhadapan dengan hamparan lapangan golf yang sangat luas. Arsitektur kamar hotel juga gabungan dari modern dengan sentuhan adat Jawa.

Ada ruang rias berukuran besar dengan banyak kaca, dan bathub untuk mandi. Meski bagus, tapi hotel ini terlihat seperti hotel tua yang di retouch. Ranjang yang digunakan berukuran king size lengkap dengan sofa dan meja kerja.

Sayang tak lama setelah check-in Wiwin pun harus bergegas untuk kembali bertugas. Ia harus tiba di tempat tersebut sebelum Sri Sultan Hamengkubowono X datang ke lokasi. Setelah acara selesai, sekira pukul 23.00 WIB, Wiwin pun akhirnya kembali menuju kamar hotel.

Berbeda dengan siang hari, suasana di hotel Wiwin cukup mencekam pada malam hari. Terutama view di kaca balkon yang langsung menghadap ke lapangan golf. Minimnya penerangan membuat balkon dan lapangan terlihat remang-remang.

 Ilustrasi kamar hotel

Selain itu penerangan di dalam kamar pun tidak begitu terang (ada spot yang kurang terjangkau cahaya lampu). Karena takut dengan kondisi yang cukup gelap, Wiwin pun memutuskan untuk menutup rapat horden kaca balkon.

Kala itu Wiwin tidak langsung tidur, melainkan masih sibuk mengerjakan beberapa tugas yang tertunda. Selama mengerjakan tugas, tidak ada kejadian aneh yang dialami oleh Wiwin. Hanya saja pandangan Wiwin selalu teralihkan kepada horden yang menutup balkon.

Banyaknya tugas yang harus dikerjakan membuat Wiwin berpikir positif. Ia pun terus melanjutkan pekerjaannya hingga pukul 01.00 WIB. Seperti biasa, Wiwin selalu menyetel saluran musik pada televisi ketika menginap di hotel. Tujuannya adalah untuk menghindari kesepian ketika tidur.

Wiwin pun tertidur, namun ketika sudah mulai terlelap, ia mendadak terjaga karena mendengar suara tembok seperti digebrak-gebrak. Suaranya tidak cukup keras, tapi bunyinya berulang kali.

Wiwin pun berusaha positif dengan berpikir itu adalah suara ranjang tetangga sebelah yang beradu dengan tembok karena sedang berhubungan seks dengan pasangannya. Rasa kantuk yang berat membuat Wiwin kembali melanjutkan tidurnya.

Hingga sekira pukul 03.00 WIB, Wiwin kembali terbangun dengan suara keran yang mengucur dengan sendirinya. Tak hanya suara air keran yang mengucur, bau melati pun semerbak menyengat ke seluruh ruangan kamar.

Pandangan Wiwin selalu tertuju kepada horden yang menutup balkon kamar tersebut. Karena takut, Wiwin pun langsung menutup seluruh tubuh dengan selimut dan berusaha melanjutkan tidurnya.

Namun ketika terlelap, Wiwin lagi-lagi selalu terbangun karena merasa diperhatikan oleh sosok yang ada di dekat horden. Hal ini terus terjadi hingga menjelang pagi. Bau melati yang menyengat serta teror dari sosok yang berada dekat balkon membuat tidur Wiwin menjadi tidak nyaman.

Usai mendapat pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut Wiwin pun bergegas check-out sekira pukul 09.00 WIB pagi. Pasalnya masih ada kunjungan yang wajib dilakukan sebelum kembali ke Jakarta pada sore hari.

Saat waktu kosong, Wiwin pun menceritakan pengalaman mistisnya tersebut kepada beberapa teman yang ikut dalam rombongan dinas saat itu. Ternyata sebagian dari mereka juga mengalami gangguan dan kejadian aneh pada malam hari.

Bahkan salah satu karyawan yang berkampung halaman di Yogyakarta sengaja memanggil temannya, untuk ikut menemaninya tidur di hotel tersebut. Menurut cerita beberapa pengunjung lainnya, hotel itu termasuk salah satu hotel yang terkenal anker.

Beberapa pengunjung bahkan sering melihat penampakan kuntilanak di dalam kamar tersebut. Tentu hal ini tidaklah aneh, usia hotel yang sudah tua, cahaya lampu remang dan posisi balkon yang langsung menghadap hamparan lapangan golf dengan pohon besar, disinyalir jadi penyebab utamanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini