nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Foie Gras Dilarang di New York, Ini 5 Makanan Lain yang Jadi Kontroversi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 16:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 298 2124622 foie-gras-dilarang-di-new-york-ini-5-makanan-lain-yang-jadi-kontroversi-lZdFkoLo9f.jpg Ilustrasi (Foto: Monsieurchatte)

Foie gras, hidangan mewah asal Prancis berbahan dasar hati angsa ini kembali menuai kecaman di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Setelah California, kini pemerintah Kota New York sepakat untuk melarang penjualan makanan kontroversial tersebut.

Beberapa waktu lalu, anggota dewan Kota New York meluarkan undang-undang baru yang ditujukan kepada para pemilik restoran bahwa tahun 2022 mendatang, siapa pun yang menjual foie gras akan diberikan sanksi berupa denda hingga kurungan penjara. Kebijakan ini juga berlaku untuk toko-toko kecil hingga supermarket.

 Makanan

Dilansir Okezone dari Fox News, Jumat (1/11/2019), kelompok aktivis hewan memang telah lama mengkritisi peredaran foie gras karena proses pengolahannya yang terbilang ekstrem. Bagi Anda yang belum terlalu familier dengan foie gras, makanan ini sebetulnya terbuat dari hati bebek atau angsa yang telah digemukkan dengan memberi makan secara paksa melalui tabung makanan.

California menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melarang peredaran foie gras, kemudian diikuti oleh Chicago, dan saat ini resmi diberlakukan di Kota New York. Selain Amerika Serikat, banyak negara lain di dunia, terutama Eropa yang melarang produksi foie gras. Menurut laporan Humane Society, hanya Prancis dan Spanyol yang masih menyuguhkan hidangan mewah tersebut.

 Makanan mewah

Di satu sisi, kebijakan ini juga memicu pro dan kontra di kalangan pegiat kuliner internasional. Beberapa koki terkemuka dunia menentang larangan tersebut, termasuk pemilik restoran Ken Oringer yang berargumen bahwa peternakan di bagian utara tempat foie gras diproduksi, memiliki integritas yang tinggi.

Sayangnya, bila kebijakan atau undang-undang ini diberlakukan pada 2022 mendatang, siap pun yang kedapatan menjual foie gras akan dikenakan denda senilai Rp14 juta hingga hukuman satu tahun penjara.

Selain foie gras, ada 5 jenis makanan lain yang dilarang peredarannya di berbagai negara di dunia, berikut ulasan lengkapnya.

Absinthe

Minuman keras

Sudah sejak lama absinthe dilarang di banyak negara. Minuman ini dinilai memiliki kadar alkohol yang cukup kuat. Absinthe sendiri dibuat dengan mendistilasi alkohol dengan daun-daunan seperti adas, fennel, apsintus, ketumbar, daun ditanny, hisop, juniper dan pala.

Tak heran jika kadar alkoholnya mencapai 50 - 75 persen. Meskipun demikian, pada 2007 Amerika Serikat sepakat untuk menghapus larangan penjualan dan produksi absinthe, dengan syarat bahwa minuman tersebut harus diolah menggunakan bahan-bahan aslinya.

Beluga caviar

 Makanan

Makanan ini mungkin termasuk kreasi makanan termewah di dunia. Namun sayangnya, bahan baku utama beluga caviar berasal dari telur salah satu jenis ikan yang hampir punah yakni, beluga sturgeon. Ikan ini hanya hidup di kawasan laut caspian, laut hitam, dan laut adriatik.

Mengingat populasinya yang semakin berkurang, Konvensi Perdagangan Spesies Langka Internasional (CITES) mengeluarkan peraturan pelarangan perdagangan ikan tersebut di sejumlah negara-negara besar, khususnya yang berbatasan langsung dengan habitat ikan beluga. Hanya Iran yang diperbolehkan menangkap ikan tersebut, karena mereka tengah melakukan praktek konservasi berkelanjutan.

Permen karet

 Orang makan permen karet

Pada 2004, pemerintah Singapura melarang para produsen permen karet untuk menjual produk mereka di Negeri Singa tersebut. Pemicunya adalah berbagai insiden jahil seperti penyumbatan lubang kunci, kemacetan tombol lift, hingga menonaktifkan sensor pintu kereta bawah tanah. Larangan tersebut kemudian direvisi, namun harus diikuti oleh surat izin dokter.

Haggis

 Makanan kontroversi

Haggis merupakan kuliner khas Skotlandia yang paling terkenal setelah wiski. Hidangan ini terbuat dari jantung, hati, dan paru-paru domba, lalu dicampur dengan oatmeal, lemak dan bumbu-bumbu rempah-rempah.

Setelah itu, bahan-bahan tersebut akan dimasukkan ke dalam perut domba yang diolah. Kedengarannya memang cukup mengerikan, tetapi sebenarnya rasa yang tercipta memang lezat. Haggis dilarang di Amerika Serikat karena negara adi daya itu melarang penduduknya mengonsumsi paru-paru domba.

Jelly cup

 Jelly

Hampir di seluruh negara di Benua Eropa melarang peredaran Jelly cup. Alasannya karena mengandung konjak, getah konjak atau glukomanan konjak. Zat tersebut dinilai dapat memberikan rasa adiktif bagi para penikmatnya. Namun, penyebab utama makanan ini dilarang adalah karena risiko tersedak yang cukup tinggi. Pasalnya, banyak orang yang mengonsumsi makanan ini dalam satu kali suap saja.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini