nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menjajal FoodBOX, Makanan Gratis bagi Warga Miskin

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 22:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 01 481 2124763 menjajal-foodbox-makanan-gratis-bagi-warga-miskin-BJsO6GJClD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SADAR masih banyaknya masyarakat kurang mampu, platform donasi Kitabisa berinisiasi menciptakan FoodBOX untuk bagikan makanan gratis di rumah sakit. Upaya ini sudah dijalankan sejak 14 Oktober 2019 dan Rumah Sakit Evasari Jakarta menjadi lokasi pertama penempatan mesin tersebut.

Makanan yang disediakan di mesin tersebut berasal dari donasi masyarakat. Jadi, semakin banyak donasi yang masuk, semakin banyak pula makanan yang bakal disediakan untuk pasien kurang mampu. Adanya mesin makanan gratis ini pun mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada masyarakat lain.

"Niatnya ialah menyediakan makanan dan minuman gratis untuk warga kurang mampu," terang Public Relation of Kitabisa.com Fara Devana pada Okezone, Jumat (1/11/2019).

Fara melanjutkan, setiap harinya FoodBOX akan diisi 50 boks makanan yang bisa diambil oleh siapa pun yang membutuhkan di rumah sakit. Nah, Sekolah Relawan yang kemudian bertugas untuk mengisi FoodBOX setiap harinya dengan makanan yang tentunya sudah sesuai dengan standar rumah sakit.

  50 boks makanan yang bisa diambil oleh siapa pun yang membutuhkan di rumah sakit.

"Hingga hari ini memang baru ada di satu rumah sakit yaitu RS Evasari Jakarta, namun dalam waktu dekat akan ditempatkan di dua rumah sakit lainnya, tapi Kitabisa belum bisa jelaskan di mananya," sambungnya.

Keberadaan FoodBOX ini, kata Fara, diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran sehari-hari keluarga pasien. Tidak hanya itu, Kitabisa juga ingin membantu memastikan asupan makanan yang diterima keluarga pasien tetap terjaga dengan baik.

Berdasar pengamatan Okezone di RS Evasari Jakarta, alat ini ditempatkan di lantai dasar. FoodBOX sendiri bukan seperti 'vending machine' yang harus Anda masukan uang kemudian keluar makanannya. Tapi seperti lemari makanan biasa yang tinggal dibuka kapan saja. Makanan yang ditaruh di sana masih cukup hangat dan dipastikan sudah sesuai standar rumah sakit.

Seperti diterangkan Business Development RS Evasari dr. Stephen Marciano, setiap makanan yang datang ke rumah sakit akan dicoba terlebih dulu oleh ahli gizi rumah sakit. Ini dilakukan sebagai bentuk pertanggung jawaban rumah sakit.

"Kami juga ambil satu boks makanan sebagai pertanggungjawaban Kitabisa. Jadi, kalau ada apa-apa, kita punya sample yang bisa diuji. Tapi, Alhamdulillah selama FoodBOX ini ada di sini, tidak ada laporan kasus," papar dr Stephen.

Tapi, Alhamdulillah selama FoodBOX ini ada di sini, tidak ada laporan kasus,

Okezone cukup penasaran kenapa baru ada satu FoodBOX seperti ini dan kenapa RS Evasari Jakarta yang ditunjuk sebagai lokasi penempatan pertama kali. Menjawab hal tersebut, Fara menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah coba mengajak kolaborasi banyak rumah sakit, cuma memang RS Evasari yang progresnya cepat.

"Selain yang paling cepat setuju, penunjukan rumah sakit ini karena di sana banyak pasien BPJS-nya yang memang jadi target utama FoodBOX ini hadir, membantu masyarakat kurang mampu," jawab Fara.

Dia menambahkan, kedepannya FoodBOX akan ditempatkan di rumah sakit lainnya, karena antusiasme rumah sakit yang luar biasa. Hanya memang masalah perizinan yang memakan waktu, sehingga harus menunggu.

Di sisi lain, dr Stephen coba menuturkan kenapa RS Evasari Jakarta begitu semangat menyambut program Kitabisa ini. Menurutnya, tujuan dari gerakan ini adalah menolong kebutuhan pasien, serta menjadi jembatan gerakan baik kepada masyarakat.

"Rantai kebaikan ini pun tidak hanya menyoal memberikan makanan, tapi dengan adanya alat ini masyarakat yang mampu atau memiliki rezeki lebih bisa ikut berdonasi. Jadi, kami lihat ini kegiatan positif, makanya kami sangat dukung," papar dr Stephen.

rantai kebaikan ini akan terus berjalan dan sesuai dengan tujuan utamanya, bisa membantu sebanyak-banyaknya orang.

Dia melanjutkan, untuk yang mau berdonasi bisa langsung menaruh uang di mesin. Tapi, kalau Anda termasuk generasi cashless, mesin pun menyediakan 'barcode' yang bisa di-scan. Dokter Stephen berharap, rantai kebaikan ini akan terus berjalan dan sesuai dengan tujuan utamanya, bisa membantu sebanyak-banyaknya orang.

Jika melihat lebih dekat, makanan gratis yang disajikan di mesin ini cukup lengkap. Anda bisa lihat di sana ada nasi, protein berupa daging ayam, sayuran, dan buah. Porsi lengkap sesuai dengan kecukupan gizi harian.

Namun, Okezone penasaran dengan jumlah kalori dari makanan yang disediakan di FoodBOX itu. Menjawab rasa penasaran tersebut, Koordinator Gizi RS Evasari Jakarta Nurbaiti coba menuturkan satu per satu kalori dari menu yang disajikan.

"Kalau saya lihat, satu porsi makanan yang disajikan dari Kitabisa ini kalorinya lengkap. Ini sudah mencukupi kebutuhan gizi makan siang orang pada umumnya," terang perempuan yang kerap disapa Beti tersebut.

 Koordinator Gizi RS Evasari Jakarta Nurbaiti coba menuturkan satu per satu kalori dari menu yang disajikan.

Dia coba merincikan kalori per menu makanan. Di sana ada nasi 200 gram (800 kalori), protein hewaninya adalah semur ayam 70 gram (95 kalori), cah buncis jagung putren 100 gram (50 kalori), dan buahnya adalah jeruk utuh 50 gram (20 kalori). Jadi, total perkiraan kalorinya ialah 965 kalori.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini