nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Turunkan Berat Badan? Ini Waktu yang Tepat untuk Makan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 09:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 02 481 2124878 mau-turunkan-berat-badan-ini-waktu-yang-tepat-untuk-makan-u2vvdsst0G.jpg Pola makan untuk turunkan berat badan (Foto: Ralphmart)

SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia mengalami obesitas karena kebiasaan makan yang salah. Karena itulah memerhatikan kapan seseorang harus makan penting diketahui sebagai penurunan berat badan yang tepat. 

Banyak orang memutuskan untuk makan padahal tubuhnya tidak merasa lapar. Kebiasaan inilah yang membuat lemak dalam tubuh semakin menumpuk alias berat badan naik dan berisiko mengalami penyakit tidak menular (PTM).

Sebenarnya setiap orang memiliki indikator tersendiri untuk menentukan kapan mereka harus makan.Terdapat setidaknya lima tingkat lapar yang dimiliki setiap orang. Tingkatan inilah yang menjadi indikator ideal kapan seseorang wajib untuk mengonsumsi makanan.

 penurunan berat badna

Hal ini dibenarkan oleh National Trainer and Hypnoterapist, Irwan Sujarwo S.Psi, CH, CHt. Beberapa tingkat lapar seseorang yakni starving, extremely hungry, very hungry, hungry dan neutral. Masing-masing tingkat pun memiliki tanda dan gejala yang berpengaruh pada fisik seseorang. Klik halaman selanjutnya untuk informasi penurunan berat badan yang tepat dengan pola makan.

“Starving adalah tingkat paling parah biasanya ditandai dengan kelelahan fisik, pusing, lemas atau sakit maag. Tahap kedua extremely hungry yang ditandai dengan kurangnya konsentrasi dan lekas marah. Very hungry atau sangat lapar yang gejalanya perut keroncongan. Hungry/lapar yakni saat seseorang merasa lapar dan ingin mengonsumsi makanan dan netral yang tandanya tidak mau makan apa-apa,” terang Irwan, saat ditemui Okezone di Kuningan, Jakarta Selatan (1/11/2019).

 makan

Selain lima tingkat lapar, ada pula lima tingkat kenyang. Dimulai dengan comfortable dimana seseorang merasa cukup dan nyaman. Tingkatan kedua yakni full atau kondisi dimana perut merasa lebih dari cukup. Jika terus diisi dengan makanan maka akan menyebabkan uncomfortable full yang akan membuat seseorang merasa tidak nyaman.

“Tahap yang lebih tinggi adalah very uncomfortable full yakni berasa begah dan mual. Jika masih dipaksakan lagi akan mencapai tahapan tertinggi yakni stuffed. Gejalanya sangat kenyang bahkan bisa menyebabkan muntah,” lanjutnya.

Irwan pun menjelaskan terdapat dua cara makan yang bisa digunakan sesuai dengan fungsinya. Yakni cara makan untuk menurunkan berat badan dan cara makan untuk menurunkan berat badan. Teknik inilah yang nantinya bisa menjadi indikator seseorang dalam mengontrol makan.

“Jika ingin menurunkan berat badan makanlah dalam kondisi hungry/lapar dan berhentilah ketika perut sudah mencapai batas netral. Sebaliknya jika seseorang ingin menaikkan berat badan, makanlah ketika hungry/lapar dan berhentilah ketika mencapai titik comfortable/nyaman,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini