nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunjungan Wisman ke Bali Meningkat, Bagaimana dengan Tingkat Penghunian Kamar?

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 04 November 2019 20:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 04 406 2125683 kunjungan-wisman-ke-bali-meningkat-bagaimana-dengan-tingkat-penghunian-kamar-0c5cG4L9EK.JPG Ilustrasi wisman berwisata di Desa Penglipuran Bali (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali meningkat pada periode Januari hingga September 2019 dibanding periode yang sama pada tahun berikutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisman ke Bali pada Januari hingga September 2019 sebanyak 4.672.230. Angka ini meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 4.647.040 wisman.

Namun jika dilihat dalam rentang Januari hingga Agustus 2019 saja, kunjungan wisman ke Bali masih didominasi oleh wisman Tiongkok (20,59%). Disusul oleh wisman dari Australia (19,24%), India (5,95%), Inggris (4,58%), dan Amerika Serikat (4,38%). Lalu, Jepang (4,09%), Perancis (3,39%), Korea Selatan (3,25%), Jerman (3,03%), dan Malaysia (2,68%).

 Wisatawan di Bali

Namun di sisi lain, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali dari Januari hingga September 2019 tercatat rata-rata 58,28 poin. Angka ini masih di bawah TPK periode yang sama tahun lalu, yaitu 66,30.

Namun jika membandingkan bulan Juli dan Agustus tahun ini, TPK hotel berbintang di Bali tercatat angka rata-rata sebesar 67,10. Meningkat 5,39 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2019 yang mencapai 61,71.

Kabupaten Gianyar tercatat mencapai TPK tertinggi yaitu 70,42%, dan terendah tercatat di Kabupaten Buleleng yaitu 53%. Jika dibandingkan dengan Juli 2019, peningkatan TPK tertinggi tercatat di Kota Denpasar yaitu setinggi 10,49 poin, sedangkan TPK Kabupaten Buleleng mengalami penurunan sedalam -5,80 poin.

Francis Dehnhardt, Managing Director Nara Hotel Internasional yang mengelola sejumlah penginapan dan fasilitas beach club di Bali mengatakan, masih optimis dengan bisnis hotel di Bali.

"Kami optimistis bisnis hotel masih menjanjikan, seiring pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Bali,” ujar Francis Dehnhardt dalam keterangannya.

Mengenai tingkat hunian kamar, ia mengatakan masih menunjukkan angka yang cukup bagus. Ia sangat yakin Bali masih menjadi magnet yang kuat bagi wisman maupun wisdom (wisatawan domestik), sehingga okupansi bisa saja meningkat.

Selain menggaet wisman untuk menginap di hotel berbintang, Francis Dehnhardt mengatakan pihaknya menyediakan banyak fasilitas yang dapat menarik wisatawan. Salah satunya dengan membuka pusat kuliner dan beach club yang tersebar di berbagai lokasi di Bali.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini