nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Hidroterapi, Memungkinkan Pasien Stroke Bisa Berjalan Kembali

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 04 November 2019 22:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 04 481 2125736 mengenal-hidroterapi-memungkinan-pasien-stroke-bisa-berjalan-kembali-SL9x9mW9d2.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, penderita stroke di Indonesia mencapai 10,9 persen. Sebanyak 65 persen dari pasien stroke disebut mengalami kecacatan.

Salah satu kecacatan yang banyak dialami oleh pasien stroke adalah lumpuh. Jika sudah begini, berbagai macam terapi harus diikuti untuk mengambil kemungkinan bisa berjalan kembali.

Selain menggunakan terapi robotik, terapi lain yang membuka peluang kemampuan berjalan pada pasien stroke adalah hidroterapi. Ini merupakan terapi yang membutuhkan sejumlah latihan fisik dengan berendam di air hangat.

 Kolam renang

Dokter Spesialis Saraf, dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S menjelaskan, hidroterapi dengan berenang berbeda. Sehingga persepsi masyarakat tentang berenang bisa mengobati stroke itu salah.

"Ini rahabilitasi hidroterapi. Ternyata di media air punya beberapa kelebihan, karena berat badan kita lebih ringan 30 persen. Lebih rileks, enak, suasana juga nyaman," ujar dr. Sukono saat ditemui di Klinik Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu, 3 November 2019.

Ia melanjutkan, untuk pasien stroke, ada ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan hidroterapi. Mulai dari temperatur air 33 derajat Celcius, hingga aspek lain yang membantu kemajuan latihan pasien.

"Kolam renang biasa boleh, tapi kan enggak nyaman. Kecuali hangat, dan itu jarang. Yang perlu diperhatikan bukan hanya kolam renangnya, tapi juga latihannya. Latihan itu yang bikin pasien lebih maju," lanjutnya.

Di sisi lain, tidak semua pasien stroke bisa mengikuti hidroterapi. Hal ini tergantung pada kondisi pasien apabila dibawa masuk ke dalam air. Salah satu pasien yang tidak bisa mengikuti hidroterapi adalah yang mudah buang air kecil di dalam air. Sebab, kebersihan air adalah faktor utama yang diperlukan untuk melakukan hidroterapi.

"Tentu kita seleksi dulu, kalau pasien yang tidak terkontrol untuk buang air besar dan buang air kecil maka tidak boleh melakukan hidroterapi. Kita tentu ada aturannya, jadi sebelum hidroterapi itu ya buang air kecil dulu. Yang sakit kulit juga tidak kita indikasikan," katanya.

Untuk melakukan terapi di dalam air tersebut, pasien akan dibantu oleh fisioterapis. Beberapa peralatan seperti pelampung harus dikenakan oleh pasien untuk melatih keseimbangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini