nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jatuh Bangun Kihachiro Onitsuka Besarkan Sepatu Onitsuka Tiger hingga Meledak di Pasaran Dunia

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 11:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 06 194 2126316 jatuh-bangun-kihachiro-onitsuka-besarkan-sepatu-onitsuka-tiger-hingga-meledak-di-pasaran-dunia-ffiaxbx914.jpg Jatuh bangun Kihachiro Onitsuka besarkan Onitsuka Tigers (Foto : SCMP)

Para penggemar sneakers tentu sudah tak asing lagi dengan brand Onitsuka Tiger. Di balik kesuksesannya, ada kisah perjuangan Kihachiro Onitsuka. Banyak hal yang dilalui olehnya untuk membuat sepatu ciptaannya meledak di pasaran.

Pada suatu malam di musim panas 1951, Onitsuka tengah makan salad acar mentimun dan gurita dingin sambil merenungkan masa depan perusahaan yang telah didirikannya selama 2 tahun. Perusahaan tersebut memproduksi sepatu untuk anak-anak muda.

Ada pun tujuan dari perusahaan adalah membangkitkan semangat dan moral anak-anak muda Jepang pada masa-masa sulit setelah perang. Onitsuka percaya cara terbaik untuk mencapai tujuannya itu dengan mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga.

Sepatu pertama yang ia buat adalah sepatu basket. Meskipun sempat gagal, namun dia tak berhenti berusaha menciptakan sepatu basket yang nyaman dikenakan oleh para atlet. Dirinya meminta bantuan sebuah pabrik lokal untuk memproduksi sol karet.

onitsuka tiger putih

Setelah itu, usaha Onitsuka membuahkan hasil. Namun ia tidak memiliki sistem distribusi yang baik sehingga memilih untuk menjual keliling sepatunya ke klien potensial. Beruntung lambat laun, kabar tentang sepatu Onitsuka Tiger menyebar dan pada akhir 1952, sepatu itu laris manis. Dalam tiga tahun, merek sepatu tersebut telah menyebar ke seluruh bagian negara dan toko olahraga.

Perusahaan kemudian berkolaborasi dengan pelari maraton Kenji Kimihara untuk mengembangkan sepatu lari yang membantu pelari jarak jauh. Sejak saat itu, sepatu Onitsuka mulai dipakai oleh para atlet hingga di pertandingan internasional. Hal tersebut membuat merek sepatu menarik perhatian konsumen luar negeri.

Pada akhir 1950-an, Philip Knight, seorang pelari jarak menengah di University of Oregon bekerja sama dengan Bill Bowerman menghubungi Onitsuka Co. untuk meyakinkan manajemen bahwa produk sepayu mereka akan menemukan pasar di AS.

Pada tahun 1963, pengiriman pertama sepatu Onitsuka Tiger tiba di Amerika Serikat. Knight dan Bowerman masing-masing menginvestasikan USD 500 untuk mendirikan Blue Ribbon Sports guna mendistribusikan peralatan.

onitsuka tiger biru

Tahun demi tahun Onitsuka Tiger mengembangan teknis alas kaki inovatif. Sepanjang tahun 1950-an dan 60-an, pengembangan ada pada desain inovatif untuk sepatu tenis, serta alas kaki untuk bola voli dan lari.

Pada tahun 1977, perusahaan sepatu tersebut bergabung dengan merek spesialis pakaian olahraga GTO dan Jelenk, produsen pakaian rajut. Dari situlah timbul nama perusahaan baru yakni Asics yang diambil dari frasa Latin "Anima Sana In Corpore Sano".

onitsuka tigers

Asics berevolusi menjadi produsen alat olahraga secara umum dan mengalihkan fokusnya ke peralatan baseball, ski, golf, serta renang. Tapi dari semua produknya, sepatu larinya lah yang paling diminati. Hal itu membuat Onitsuka selalu berinovasi untuk merancang teknologi berikutnya guna memberikan klien atlet profesional keunggulan kompetitif.

Setelah berkembang di seluruh dunia dan memiliki kantor penjualan di Eropa, Amerika Serikat, Amerika Selatan, serta Asia dan Oseania, pada tahun 1990 Asics mengalami kemerosotan. Butuh waktu delapan tahun bagi perusahaan untuk bangkit kembali. Inovasi baru dan reputasi yang kuat untuk kualitas membantu mengembalikan tingkat penjualan. Selain itu, merek Onitsuka Tiger juga muncul kembali.

Pada tahun 2018, Asics merestrukturisasi untuk memfokuskan upayanya pada kategori produk tertentu. Sebagai bagian dari restrukturisasi, merek Onitsuka Tiger yang berkinerja baik menjadi bagian bisnis independen yang secara efektif menjadikannya perusahaan internal.

onitsuka tiger oulet

Saat ini, merek tersebut memiliki 33 toko yang dikelola langsung, enam toko outlet di Jepang, dan 224 outlet di 33 negara di seluruh dunia. Merek ini sangat populer di China, Thailand, dan Korea Selatan.

Kihachiro Onitsuka

Kihachiro Onitsuka meninggal pada 2007 di usia 90 tahun. Saat itu perusahaan yang sudah didirikannya selama 58 tahun telah berhasil menjadi produsen sepatu dan pakaian olahraga atletik terbesar di Jepang serta terbesar kelima di dunia.

Perusahaan terus membangun berdasarkan prinsip dan visi pendirinya dan Asics masih berkomitmen untuk menyediakan peralatan olahraga kebutuhan atlet. Sedangkan Onitsuka Tiger telah beralih ke merek fesyen dan streetwear. Demikian seperti yang Okezone lansir dari South China Morning Post, Selasa (5/11/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini