nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Keseruan Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Jajan Jamu hingga Baca Komik di M Bloc Space

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 00:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 406 2126218 intip-keseruan-wishnutama-dan-angela-tanoesoedibjo-jajan-jamu-hingga-baca-komik-di-m-bloc-space-wDYWTouLdW.jpeg Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di M Bloc Space (Foto: Dimas Andhika/Okezone)

Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo melakukan beberapa kegiatan saat mengunjungi M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Dalam acara bertajuk 'Ngopi Bareng Mas Tama dan Mba Angela' itu, selain memamparkan visi dan misi di depan awak media dan para pegiat ekonomi kreatif Indonesia, Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo juga menyempatkan diri menyambangi beberapa toko yang menjual produk-produk ekonomi kreatif asli Indonesia.

Seperti diketahui, M Bloc Space merupakan ruang kreatif atau creative hub yang didirikan khusus untuk mewadahi kebutuhan kaum muda urban yang kreatif. Ada beberapa toko yang menjanjakan beragam produk UMKM, kuliner, seni, dan produk-produk kreatif lainnya.

 Laki-laki dan perempuan

Setelah berdiskusi panjang seputar perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk menjajal langsung produk-produk ekonomi kreatif yang semakin hari semakin menunjukkan kualitasnya.

Ada sejumlah toko yang disambangi Wishnu dan Angela. Dimulai dari toko merchandise berkonsep motorcycle milik vokalis Naif, David Bayu. Di tempat ini, Wishnutama sempat bercengkerama dengan David seputar perkembangan produk-produk lokal yang kini kualitasnya semakin membaik.

"Ini semua produk lokal mas. Nah yang ini, desainnya kami terinspirasi dari kebudayaan Bali," tutur David seraya menunjukkan baju berwarna hijau kepada Wishnutama.

 Laki-laki dan perempuan

Mendengar penjelasan David, Wishnutama pun kemudian melontarkan sebuah lelucon kepada Angela yang tampak berdiri di di sisinya.

"Ibu Wamen, kalau saya pakai ini cocok enggak?" ujar Wishnutama disambut gelak tawa Angela dan para pengunjung.

Setelah puas membedah toko merchandise milik David Bayu, Wishnutama dan Angela kemudian beranjak ke toko jamu yang letaknya persis di samping toko Union Well.

Di tempat ini, keduanya sempat berdiskusi dengan sang pemilik tentang perkembangan jamu Indonesia yang sudah mulai diterima di kancah internasional. Di sela-sela obrolan, Wishnutama teringat bahwa kondisi kesehatan Angela sedang kurang baik.

Ia pun menanyakan kepada si pemilik toko, apakah ada jamu yang ampuh untuk mengobati suara yang hilang? Tak lama kemudian, keduanya diajak untuk mencicipi jamu kemasan yang menjadi salah satu produk andalan toko tersebut.

Sebelum meminum jamu itu, Angela pun mengajak Wishnutama untuk bersulang.

"Cheers pak," tutur Angela dengan suaranya yang serak dan nyaris hilang.

Ya, meski kondisi kesehatannya sedang tidak fit, Angela tampak antusias mengikuti jalannya acara. Terlebih saat mereka memasuki toko komik yang didirikan oleh para komikus profesional Indonesia.

 Laki-laki dan perempuan

Raut wajah Angela tampak tersenyum bahagia melihat deretan komik hasil karya anak bangsa yang tertata rapi di lemari dan etalase toko. Kepada salah satu komikus, Angela mengatakan bahwa sejak kecil dirinya memang hobi membaca komik.

"Saya dari kecil suka banget baca komik. Saya jadi bangga sekarang Indonesia memiliki komikus-komikus yang handal," ujarnya.

Wishnutama dan Angela kemudian melanjutkan kunjungannya ke kedai makan milik Trio Lestari yakni, Glen Fredly, Sandhy Sandoro, dan Tompi. Di sini mereka disuguhi olahan kopi khas Nusantara yang disajikan dalam kemasan apik, praktis, dan kekinian.

Kedatangan mereka langsung disambut baik oleh Glenn Fredly. Glenn sempat berdiskusi dengan Wishnutama dan Angela seputar perkembangan industri ekonomi kreatif Indonesia.

 Laki-laki berdiri

Kepada Okezone, Glenn menjelaskan bahwa ekonomi kreatif itu pada dasarnya tidak bisa parsial atau berdiri sendiri, sehingga membutuhkan dukungan dari industri lain agar dapat berkembang secara maksimal.

"Poinnya gini, industri kreatif itu tidak parsial. Ambil contoh, di dalam musik kita ketemu fintech, fashion, pokoknya lintas industri. Jadi bicara ekonomi kreatif, jangan dibiarkan kuliner jalan sendiri, pariwisata jalan sendiri, film jalan sendiri, musik jalan sendiri, karena universe-nya kreatif itu semua saling terhubung," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini