nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisata Unik, Misteri Kayu Mengapung 120 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 14:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 406 2126450 wisata-unik-misteri-kayu-mengapung-120-tahun-usoDGxoRhE.jpg Misteri Kayu Mengapung Tak Bisa Dipecahkan Ilmuwan Selama 120 Tahun (Foto: Oddity Central)

WILAYAH Oregon, Amerika Serikat memiliki tempat wisata unik berupa tunggul pohon apung yang dikenal dengan sebutan ‘Old Man of the Lake’ di tengah birunya Danau Kawah Oregon, selama 120 tahun. Tentunya misteri kayu mengapung ini sangat membingungkan para ilmuwan yang melihatnya.

Selain aneh, batang pohon ini juga diduga dapat mengendalikan cuaca setempat. Kabarnya fenomena Old Man of the Lake muncul sejak 1896. Fenomena misteri kayu mengapung ini ditemukan oleh ahli geologi dan penjelajah, Joseph Diller berupa batang kayu putih yang pecah dan melayang secara vertikal di Danau Kawah.

Misterius kayu ini mengambang ratusan tahun

Lima tahun kemudian, Diller mengamati bahwa batang kayu yang tidak biasa itu bergerak 400 meter dari lokasi yang semula terlihat. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa Old Man of the Lake mampu bergerak lebih dari empat mil hanya dalam satu hari walaupun tidak memiliki cara bergerak yang jelas.

Alhasil misteri kayu mengapung tersebut terus menjadi misteri. Penanggalan karbon menunjukkan bahwa Old Man of the Lake berusia 450 tahun dan sekira 120 tahun lamanya ia terombang ambing di air Danau Kawah. Tempat ini adalah danau terdalam di Amerika Serikat dan kesembilan di dunia.

Para ahli meyakini kayu gelondongan, kemungkinan besar merupakan hemlock, yang terbenam air setelah tanah longsor. Yang aneh adalah kayu itu tetap tegak dan bukannya mengambang secara horizontal. Namun tidak seorang pun yang memiliki jawaban pasti atas misteri kayu mengapung ini.

Hukum fisika menyatakan bahwa objek mengambang dengan kerapatan seragam akan selalu memiliki pusat massa yang lebih tinggi daripada pusat daya apungnya. Itulah sebabnya mengapa batang pohon mengapung secara horizontal. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi misteri kayu mengapung Old Man of the Lake.

Meskipun panjangnya sembilan meter, dengan diameter sekitar 61 cm, tapi batang itu telah meliuk-liuk secara vertikal selama 120 tahun terakhir. Ujung terapung dan bagian yang terapung memiliki bentuk terpecah-pecah.

Batang yang tak terbenam pun berubah warna dan lapuk, tetapi cukup lebar dan sanggup untuk menopang berat badan seseorang. Bahkan ada seorang fotografer yang terlihat berdiri di atas balok kayu tersebut.

Misteri kayu mengapung

Sebagaimana dilansir Oddity Central, Selasa (5/11/2019), menurut beberapa ilmuwan, keseimbangan antara bagian kayu kering dan bagian terendam yang memungkinkan Old Man of the Lake mengapung seperti itu.

Menurut Crater Lake Institute, penjelasan paling masuk akal untuk posisi mengambang vertikal dari batang pohon terkenal ini adalah ketika ia meluncur ke air lebih dari seabad yang lalu. Mereka yakin ada bebatuan yang tersangkut di akarnya yang berfungsi sebagai titik jangkar alami.

Pada saat batu-batu dilepaskan dari akar kayu, kayu yang tenggelam sudah menjadi jenuh dengan air. Hal ini yang membuatnya lebih padat dan lebih berat daripada bagian kering di atas permukaan. Namun tetap tidak ada yang tahu apakah penjelasan di atas adalah apa yang sebenarnya membuat Old Man of the Lake mengapung tegak.

Air yang jernih dari Danau Kawah menawarkan pandangan yang jelas tentang akar pohon. Air jernih itu tidak tidak menunjukkan adanya tanda-tanda batu. Sejumlah orang pun tidak ada yang ingat, pernah melihat atau mendengar batu yang melekat pada akarnya.

Bahkan seorang Pakar Ekologi Taman Nasional, Mark Buktenica, pun menyerah untuk mencari apa penyebab misteri kayu mengapung Old Man of the Lake secara vertikal selama ratusan tahun. "Saya baik-baik saja dengan tidak mengetahui,” terangnya.

Posisi mengambang misteri kayu mengapung Old Man of the Lake yang tidak biasa juga memicu berbagai spekulasi yang menarik. Orang-orang yang percaya bahwa Old Man of the Lake memiliki kekuatan untuk mempengaruhi cuaca setempat.

Kepercayaan ini berasal dari peristiwa selama akhir 1980-an, ketika eksplorasi kapal selam dilakukan di danau. Kala itu para ilmuwan memutuskan untuk mengikat kayu apung ke sisi sebuah pulau untuk menghindari kecelakaan navigasi selama penelitian mereka.

Menurut beberapa laporan dari penduduk setempat ketika Old Man of the Lake itu tidak bisa bergerak, cuaca cerah berubah menjadi badai, dan salju segera turun. Padahal kejadian itu berlangsung pada Agustus yang belum masuk dalam musim dingin.

Setelah Old Man of the Lake dilepaskan dari ikatannya, cuaca kembali cerah. Ketika datang ke Old Man of the Lake, setiap orang tampaknya memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban atas misteri kayu mengapung. Rasa penasaran itulah yang membuatnya menjadi daya tarik Danau Crater yang begitu menarik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini