nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasilkan 1,6 Juta Ton Sampah per Tahun, 100 Trash Booms Akan Dipasang di Bali

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 22:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 06 406 2126676 hasilkan-1-6-juta-ton-sampah-per-tahun-100-trash-booms-akan-dipasang-di-bali-JsKo7p28EK.JPG Pura Ulun Danu Beratan di Bali (Foto: Utami Riyani/ Okezone)

Bali menjadi destinasi paling populer di Indonesia bagi wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam periode Januari hingga September 2019, Bali sudah dikunjungi oleh 4,6 juta wisman.

Jika digabungkan dengan kunjungan wisatawan domestik, rata-rata wisatawan yang datang ke Bali per tahun adalah 16 juta. Mereka menyumbang Rp100 triliun pada 2018, atau 40 persend ari pendapatan negara dari sektor pariwisata.

Namun dibanding 2018, terjadi penurunan pengunjung yang menyebabkan turunnya daya beli pariwisata di Bali sekira 8 persen. Salah satu alasan wisatawan enggan datang ke Bali disebut-sebut karena sampah.

 Sungai

Bali menghasilkan sekira 1,6 juta ton sampah per tahun. Sebanyak 20 persennya merupakan sampah plastik. Berangkat dari keresahan tersebut, kampanye pengelolaan sampah yang bertanggung jawab pun mulai digalakkan dengan melibatkan aktivis lingkungan Gary Bencheghib, pendiri Make A Change World.

Kampanye ini mencakup pemasangan 100 trash booms di sekitar Bali yang diharapkan menjadi solusi teknologi terjangkau untuk jebakan sampah dan diolah agar bermanfaat.

"Dalam 10 tahun terakhir, kami telah meluncurkan ekspedisi di beberapa sungai paling tercemar di dunia dan telah melihat sendiri perlunya tindakan sesegera mungkin. Jadi, untuk merayakan sepuluh tahun berdiri, kami sangat senang untuk berkontribusi ke tempat awal semuanya dimulai yaitu Bali," kata Gary Bencheghib dalam keterangan resminya.

Sebagai permulaan, akan ada tiga trash booms sungai di anak-anak Sungai Ayung, jalur air terpenting di Bali. Trash booms pertama telah dipasang di Sungai Ye Poh di Desa Kerobokan Kelod. Sedangkan, trash booms yang lain akan dipasang beberapa minggu mendatang dan selanjutnya akan diikuti oleh kampanye edukasi interaktif soal tata kelola sampah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya untuk tidak membuang sampah di sungai.

"Kami menciptakan trash booms yang efektif dan terbuat dari bahan-bahan lokal untuk memberikan solusi pengumpulan sampah di sungai yang sederhana dan efisien sesegera mungkin. Alat ini mudah dirakit dan dirawat. Sebelumnya, kami telah berhasil mengimplementasikan ini di Sungai Citarum," kata Moritz Schulz, Leading Engineer Plastic Fischer yang juga terlibat dalam kampanye ini.

Untuk melacak perkembangan dan keefektifan kegiatan ini, sebuah platform online bernama River Watch diaktifkan untuk memantau sungai dan memberikan edukasi publik. Platform online ini diharapkan menjadi platform sungai bersih di seluruh dunia.

"Trash booms secara efektif dapat menghentikan sampah masuk ke sungai, saluran air, dan pantai Bali," ujar Mariska van Drooge, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga, di Bali sebagai penggagas kampanye.

"Kami percaya cara terbaik untuk mencegah sampah ke pantai dan laut dimulai dari budaya perilaku kelola sampah yang bertanggung jawab dan mencegah sampah ke sungai," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini