nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Ibu Muda Kena Serangan Jantung saat Bantu Anak Kerjakan PR

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 07:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 481 2126225 seorang-ibu-muda-kena-serangan-jantung-saat-bantu-anak-kerjakan-pr-RCYR3qLDdr.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Banyak orangtua terutama ibu yang akan mendampingi anaknya saat mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah. Selain untuk membantu anak lebih memahami pelajaran, sebagian besar ibu ingin anaknya mendapatkan nilai yang sempurna. Oleh karenanya, tak heran bila ibu akan marah saat anaknya salah menjawab soal padahal sudah diterangkan berkali-kali.

Hal yang sama juga dialami oleh seorang ibu muda dari Hubei, China. Melansir World of Buzz, Rabu (6/11/2019), ibu yang diketahui bernam Wang itu selalu terlibat dalam kemajuan akademis putranya yang duduk di kelas 3 SD. Setiap malam ia mengajari putranya untuk menjawab soal-soal dari PR yang diberikan.

 Perempuan memegang dada

Suatu malam, ibu berusia 36 tahun itu sangat marah lantaran putranya tak kunjung memahami cara menjawab soal PR Matematika. Akibat terlalu emosi, Wang hampir kehilangan nyawanya. Saat itu dirinya mengalami serangan jantung karena sang putra selalu salah.

“Saya mencoba menjelaskannya berkali-kali. Tapi dia masih belum bisa menjawab dengan benar. Saya mulai marah dan merasa ingin meledak. Tiba-tiba, saya merasa bingung dan kehabisan napas. Saya segera memanggil suami dan memintanya untuk membawa saya ke rumah sakit," ujar Wang.

Dokter yang merawat Wang mengatakan ibu tersebut mengalami infark miokard atau serangan jantung karena alasan emosional. Akibat kejadian itu, Wang diminta untuk merawat kesehatannya. Sebab kalau tidak, dia bisa meninggal karena serangan jantung.

“Serangan jantung karena kondisi ini cenderung terjadi pada orangtua yang usianya lebih muda. Mereka mengalami serangan jantung bukan karena diet yang tidak seimbang, melainkan disebabkan oleh emosi psikologis. Sebagian besar pasien yang memiliki masalah ini adalah ibu-ibu muda,” ucap dokter.

Melihat hal ini, para profesional psikologis menyarankan orangtua untuk mempraktikkan keseimbangan emosional ketika mengajar tugas sekolah kepada anak-anak. Orangtua diimbau tidak melibatkan sisi emosionalnya saat mengajar anak-anak. Sebab hal itu dapat menambah tekanan pikiran.

Hingga saat ini Wang masih dalam perawatan rumah sakit. Selain sesak napas, pasien infark miokard biasanya mengalami mual, muntah, pusing, dan irama jantung yang tidak normal. Hal itu membuat pasien harus mendapatkan perawatan insentif.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini