nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lupakan Quinoa, Indonesia Ternyata Surganya Makanan Sehat!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 07 298 2126736 lupakan-quinoa-indonesia-ternyata-surganya-makanan-sehat-j7cfXAyO2e.jpg Indonesia surganya makanan sehat (Foto : Dimas/Okezone)

Dalam beberapa tahun terakhir, gaya hidup sehat memang tengah digandrungi masyarakat Indonesia, terutama para kaum urban dan generasi milenial. Bahkan menurut data statistic yang dikeluarkan oleh salah satu supermarket kenamaan asal Amerika Serikat, Whole Foods, milenial rela merogoh kocek cukup dalam untuk membeli makanan sehat (healthy food).

Terjadinya pergeseran gaya hidup ini juga diakui oleh Gisela Salazar Golding, Culinary Director dari Grain Traders. Menurut Gisella, belakangan banyak orang menerapkan gaya hidup vegetarian atau mengonsumsi makanan sehat karena sejumlah alasan.

“Di Singapura, orang-orang sudah mulai belajar menerapkan pola hidup sehat. Penyebarannya tidak masif, namun secara perlahan gaya hidup sehat ini sudah menjelma menjadi sebuah tren positif. Tapi memang masih banyak orang yang masih dalam proses mencari informasi dan belajar lebih dalam tentang healthy food,” terang Gisela Salazara, di Kawasan World Trade Center, Jakarta Selatan, Rabu 6 November 2019.

Gisela Dimas

Tren gaya hidup sehat ini pun sebetulnya sudah mulai merambah Indonesia. Karena menurut Gisela, pada dasarnya semua orang ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Namun ia tidak memungkiri bahwa tren gaya hidup sehat di Singapura cenderung lebih booming, mengingat negara ini mendapat influence atau exposure dari budaya western yang lebih besar.

“Kita semua ingin menjadi pribadi yang lebih baik bukan? Selama ini kita tidak pernah malu memakan hidangan cepat saji atau makanan yang tidak sehat, tapi di satu sisi kita juga ingin menerapkan gaya hidup sehat untuk menjadi lebih lebih baik. Dan itu semua memang membutuhkan proses pembelajaran,” tegasnya.

Gisela kemudian menceritakan pengalamannya saat pertama kali membuka restoran berkonsep healthy food atau makanan sehat di Singapura. Kala itu, ia dan timnya sengaja memasukkan nasi putih untuk menyesuaikan dengan lidah konsumen lokal.

Namun kemudian ia berpikir bahwa nasi putih tidak banyak memiliki manfaat kesehatan dibanding quinoa maupun barley. Gisela akhirnya menarik menu tersebut dari restoran, meski akhirnya ia mendapat protes dari pelanggan setia mereka.

“Mereka kaget, ‘tidak ada nasi putih lagi’. Saya sebetulnya dari Venezuela dan kami juga mengonsumsi nasi putih sebagai makanan utama. Tapi ini cara kami untuk mengenalkan quinoa dan barley kepada mereka. Kami bilang bahwa nasi putih tidak memiliki manfaat kesehatan. Berbeda dengan quinoa, barley, atau brown rice. Mereka jauh lebih sehat dan rasanya lebih beragam,” kenang Gisela.

masak apa

Berangkat dari pengalaman tersebut, Gisela pun yakin bahwa orang-orang Indonesia sejatinya bisa mengubah kebiasaan mereka dan menerapkan gaya hidup sehat. Apalagi negara kita memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah.

Gisela menyadari hal itu. Ia mengatakan Indonesia memiliki barley, brown dan black rice yang sangat berkualitas. Jadi tidak ada alasan lagi untuk mencoba mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

makanan sehat

“Memang membutuhkan waktu, tapi ini semuanya tentang proses belajar. Saya akui healthy food seperti quinoa itu mahal, tapi kalian bisa mengonsumsi bahan makanan alternatif seperti black rice dan brown rice. Ada barley juga yang tumbuh di Indonesia. Jadi intinya, konsumsilah bahan-bahan makanan lokal karena lebih sehat dan lebih aman untuk lingkungan kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dua rekan bisnis Gisela yakni, Javier Perez dan Sharon Lee, secara resmi membuka restoran healthy food pertama mereka bertajuk Grain Traders. Di tempat ini, pelanggan dapat bekreasi menciptakan berbagai kombinasi makanan sehat sesuai dengan selera mereka masing-masing.

Makanan Sehat resto

Setidaknya ada 6 pilihan grain, 7 protein, 16 sayuran, 6 dressing, dan 7 topping yang bisa dinikmati pengunjung. Berbagai menu disiapkan dengan teknik ala fine dining dengan penekanan pada proses memasak slow cooking.

“Banyak orang Indonesia berusaha untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Dan kehadiran kami disini adalah untuk berbagi interpretasi kami atas conscious eating dan rasa cinta kami terhadap bahan-bahan yang segar dan proses memasak yang sarat dengan pemikiran,” tutur Javier Perez.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini