nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agar Bisa Libur Lebih Lama, Guru Ini Nekat Buat Diagnosis TB Palsu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 19:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 481 2126991 agar-bisa-libur-lebih-lama-guru-ini-nekat-buat-diagnosis-tb-palsu-eBFytyjkbh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan liburan, bahkan jika harus curang sekali pun. Nah, inilah yang yang dilakukan seorang guru bahasa Inggris bernama Du

Du rela membeli diagnosis tuberkulosis (TB) palsu demi mendapat jatah libur lebih lama. Du diketahui seorang tenaga pengajar dari sekolah swasta di wilayah Mongolia Dalam, China.

Dia pun dipaksa untuk membuat permintaan maaf ke publik setelah membeli diagnosis TB palsu secara online. Kabarnya ia membayar sebesar USD67 atau setara Rp941 ribu untuk melakukan scan dada palsu dan diagnosa dokter di internet.

Hasil scan tersebut menunjukkan bahwa ia menderita tuberkulosis yang merupakan sebuah penyakit paru serius dan sangat menular. Setelah semuanya lengkap, Du pun menyerahkan semua dokumen itu kepada majikannya.

Setelah semuanya lengkap, Du pun menyerahkan semua dokumen itu kepada majikannya.

Ia berharap dokumen tersebut bisa meyakinkan atasannya, dan menyetujui cuti medis yang lebih panjang. Dengan demikian, dia bisa memperpanjang liburan Hari Nasional China-nya. Sayang, ia tidak mempertimbangkan diagnosis palsu tersebut dengan matang.

Seperti dilansir Oddity Central, TB sangat menular dan berpotensi mengancam jiwa. Sekolah Du di Hohhot, Pemerintah Kota Mongolia Dalam pun melakukan pemeriksaan kesehatan untuk semua siswa dan guru bahasa Inggris.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada yang tertular TB. Nasib buruk pun dialami oleh Du, dari hasil pemeriksaan ternyata terdapat dua orang siswa yang dinyatakan positif tuberkulosis.

Terkejut mengetahui beberapa siswanya menderita TB, Du kembali membayar USD45 atau Rp631 ribu untuk membuat diagnosis palsu lainnya. Ia ingin menunjukkan kepada atasannya bahwa ia tidak lagi menderita penyakit mengerikan itu.

Sayangnya, para orangtua tidak mempercayai Du kali ini. Pasalnya kondisi TB membutuhkan pengobatan antibiotik selama berbulan-bulan untuk disembuhkan. Mereka pun memaksa Du untuk menjalani tes di rumah sakit Hohhot.

Mereka pun memaksa Du untuk menjalani tes di rumah sakit Hohhot.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Du tidak pernah menderita TBC yang meninggalkan bekas fisik pada paru-paru. Di saat itulah, dia ketahuan menipu dengan membawa rontgen milik orang lain sebelumnya.

Terperangkap dengan kebohongan, Du mendadak sangat populer di kalangan siswa dan orangtua murid di sekolah swasta. Du pun mengaku bahwa ia telah mencoba menipu atasannya untuk memperpanjang liburannya.

Namun karena takut ditangkap ketika kedua siswa itu benar-benar didiagnosis TB, Du akhirnya berbohong lagi untuk menutupinya. Hal itu yang akhirnya membuat orang semakin curiga.

Guru bahasa Inggris itu mengakui bahwa dia tidak tahu seberapa serius TB ketika memilihnya sebagai diagnosis palsu. Tidak jelas apakah ia diizinkan untuk tetap mempertahankan pekerjaannya, terutama setelah ceritanya beredar di media sosial China.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini