Share

Angka Bunuh Diri Tinggi, Korea Selatan Buat Program Pemakaman Palsu

Tiara Putri, Okezone · Kamis 07 November 2019 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 07 612 2127057 angka-bunuh-diri-tinggi-korea-selatan-buat-program-pemakaman-palsu-307WEi94eD.jpg Pemakaman palsu di Korea Selatan (Foto: Reuters)

Korea Selatan termasuk negara yang angka bunuh dirinya cukup tinggi. Badan kesehatan dunia atau WHO mencatat pada tahun 2016 tingkat bunuh diri di Negeri Ginseng itu mencapai 20,2 per 100.000 penduduk. Jumlahnya hampir dua kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata global yaitu 10,53.

Salah satu faktor pemicu terjadinya bunuh diri adalah depresi. Pikiran-pikiran negatif yang muncul akibat stres tidak tertangani dengan baik memang bisa membuat seseorang nekat melakukan sesuatu. Bahkan dirinya bisa sampai tidak menghargai nyawanya.

 Pria difoto

Melihat angka bunuh diri yang cukup tinggi, salah satu lembaga di Korea Selatan berinisiatif membuat program pemakaman palsu bagi warga negara yang masih hidup. Program tersebut dimaksudkan agar peserta dapat lebih menghargai hidup. Peserta untuk program ini pun cukup banyak.

Sejak dimulai dari tahun 2012, sudah lebih dari 25 ribu orang yang mengikuti program pemakaman hidup. Para peserta berharap dapat meningkatkan kehidupannya setelah mensimulasikan kematian. Ada beberapa tahapan yang dilakukan peserta dalam program tersebut.

 Perempuan difoto

Melansir Gulf News, Kamis (7/11/2019), tahapan pertama dari program pemakaman hidup adalah peserta mengikuti sesi pengambilan pas foto. Foto tersebut nantinya akan diletakkan di depan peti yang telah disiapkan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Setelah itu, peserta menuliskan surat wasiat terakhir untuk para kerabat. Selanjutnya peserta berdiri di sebelah peti mati untuk mempersiapkan diri masuk ke dalamnya. Kemudian peserta akan berbaring di peti mati tertutup selama sekira 10 menit.

 Orang-orang Korea

Peserta dalam program ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari usia remaja hingga pensiunan. Ada alasan tersendiri orang muda mengikuti program tersebut.

Ternyata banyak dari mereka yang memiliki harapan tinggi untuk pendidikan dan pekerjaan namun terpaksa dihancurkan dengan masalah ekonomi serta tingkat pengangguran yang tinggi.

Menurut kepala Hyowon Healing Center Jeong Yong-mun, pihaknya mengadakan program pemakaman hidup untuk membantu peserta menghargai hidupnya serta mencari pengampunan dan rekonsiliasi dengan keluarga dan teman. Salah seorang peserta yang berusia 75 tahun yaitu Cho Jae-hee memiliki pendapatnya sendiri.

 Orang-orang Korea

“Begitu Anda sadar akan kematian, dan mengalaminya, Anda melakukan pendekatan baru terhadap kehidupan,” pungkas Cho Jae-hee.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini