nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Princess Megonondo Jualan Ikan Pindang sampai Sosialisasi Kotoran Sapi untuk Program BWAP

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 15:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 08 194 2127388 princess-megonondo-jualan-ikan-pindang-sampai-sosialisasi-kotoran-sapi-untuk-program-bwap-r9Y8TeWfl6.jpeg Princess Megonondo (Foto: M. Sukardi/Okezone)

SEBAGAI bagian dari Miss World, setiap perwakilan negara wajib melakukan aksi sosial untuk memberi dampak pada masyarakat. proyek ini yang kerap disebut dengan Beauty With a Purpose (BWAP). Miss Indonesia Princess Megonondo pun telah melakukan upaya tersebut.

Ya, di proyek BWAP 2019 ini, Princess memilih lokasi di salah satu desa di wilayah Kawungsari Girang, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ada alasan khusus kenapa akhirnya Princess Megondono memilih lokasi tersebut.

"Saya memilih lokasi itu karena anak-anak di sana. Ya, karena saya menaruh perhatian yang cukup besar pada anak-anak, saya melihat mereka di sana itu kurang mendapat hidup yang baik. Maksudnya, anak-anak di sana berjualan cireng ke Kota Bandung setelah sekolah dan menurut saya ini harus diperbaiki," katanya pada Okezone saat ditemui di MNC X Kolega Coworking Space, Park Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

 Princess Megonondo

Princess Megonondo berpandangan, anak-anak ini waktunya dirampas untuk bekerja, padahal di usia mereka harusnya dipakai untuk belajar banyak hal dan bersosialisasi dengan teman sebatanya, bukan malah bekerja.

Makanya, untuk memberi ruang anak-anak di sana belajar banyak, Miss Indonesia membangun fasilitas taman baca, teman anak-anak di sana belajar sekaligus bermain. Princess menjelaskan, ini juga merupakan bagian dari BWAP Project 2019 yang akan dipresentasikan di Miss World Desember mendatang.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan Miss Indonesia di desa itu ialah mengubah kebiasaan masyarakatnya. Ya, saat Princess Megonondo datang pertama kali, dia melihat banyak sampah yang berserakan di lingkungan rumah. Selain itu, dia juga melihat banyak kandang sapi yang kotorannya tidak dibersihkan secara baik.

Tak hanya itu, dia juga melihat potensi yang begitu besar di bidang perikanan. Ya, di desa tersebut, cerita Princess, banyak sekali empang tapi sayangnya tak diurus dengan benar. Alhasil, empang di sana tak memberi manfaat yang berarti untuk masyarakat.

Nah, kegelisahan Princess akan tiga masalah lingkungan itu yang akhirnya merumuskan beberapa langkah nyata di projek BWAP.

"Untuk masalah sampah, aku coba sosialisasiin ke masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Selanjutnya, aku juga coba berikan alat inseminator sampah yang efek polusinya 98% lebih aman untuk manusia dibandingkan bakar sampah secara konvensional," kata Princess.

 Princess Megonondo

Kemudian, untuk masalah kotoran sapi, dia pun turun tangan memberikan sosialisasi pada masyarakat di sana agar bisa mengolah kotoran sapi itu menjadi pupuk organik sekaligus bio gas.

Dengan langkah itu, Princess menjelaskan kalau masyarakat di sana mulai bisa mengolah kotoran sapi bahkan bisa menjualnya sebagai pupuk organik. Tidak hanya itu, karena bio gas sudah dibangun, masyarakat pun akhirnya bisa menyisihkan uang untuk beli gas biasa.

Nah, uang yang disisihkan tersebut bisa dibelikan bibit ikan yang kemudian diolah menjadi menu ikan pindang. Ternyata ini berhasil dan memberi dampak lanjutan pada pengelolaan empang yang semakin baik sekarang.

"Ya, empang yang ada di desa ini diisikan dengan bibit ikan yang nantinya diolah menjadi menu ikan pindang. Selain menyumbangkan bibit ikan, tim projek BWAP Miss Indonesia 2019 juga merevitalisasi empang supaya lebih bisa digunakan dengan baik," ucap Princess.

Menariknya, sambung Princess, proses pengolahan ikan hasil peternakan di empang itu diolah menjadi pindang dengan pemanfaatan bio gas yang diciptakan dari kotoran sapi. Jadi, bisa dikatakan, satu proyek dengan proyek lain saling berkaitan dan ini membantu memperbaiki taraf hidup dan ekonomi masyarakat di desa tersebut.

Di sisi lain, Princess menceritakan kalau dirinya sempat membantu masyarakat di sana untuk menjualkan ikan pindang di pasar. Ya, perempuan berusia 19 tahun ini turun langsung ke pasar dan jualan ikan pindang. Di momen dia jualan itu, Princess menuturkan kalau dirinya bisa bantu jual 15 ikan pindang. "Itu pengalaman yang menyenangkan sekali buat aku," singkatnya lalu tersenyum.

 Princess Megonondo

Terkait dengan detik proyek BWAP 2019, Princess menyatakan bahwa proyek ini dikerjakan selama 3 hingga 4 bulan lamanya. Di proses pengerjaan proyek pun dia dibantu banyak dari Yayasan Miss Indonesia sudah pasti, lalu dari Odesa-Indonesia, dan juga Jalinan Kasih.

Harapan besar dia selipkan untuk keberlangsungan proyek ini. Dia berharap, apa yang sudah dia titipkan di desa itu bisa terus berjalan dan memberi dampak positif untuk masyarakat di sana.

"Aku hanya berharap semoga apa yang aku titipkan bisa terus dikembangkan masyarakat di sana dan dapat memberi dampak positif untuk masyarakat. Amin," tutur Princess.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini