nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gamer Ini Menangis Tersedu-sedu Usai Di-banned Fortnite Seumur Hidup

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 18:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 612 2127451 gamer-ini-menangis-tersedu-sedu-usai-di-banned-fortnite-seumur-hidup-4qSnXBhngY.jpg Gamer Jarvis Kaye menangis (Foto: Jarvis/Youtube)

Seorang gamer menangis tersedu-sedu setelah menerima larangan seumur hidup untuk bermain Fortnite. Hukuman tersebut ia terima setelah ketahuan berbuat curang ketika sedang melakukan siaran langsung.

Ungkapan sedih dan penyesalan tersebut dituangkan oleh Jarvis Kaye pada channel Youtube-nya. Pemuda berusia 17 tahun ini mengatakan bahwa pencipta Fortnite yakni Epic Games telah melarangnya untuk menggunakan aimbots.

Sayangnya Jarvis tidak menuruti peraturan tersebut dan malah menggunakannya selama siaran langsung. Seperti diketahui, aimbots adalah sebuah perangkat lunak yang bisa membantu para gamers untuk menembak dalam permainan.

 Laki-laki menangis

Pria asal Surrey, Inggris yang dikenal sebagai FaZe Jarvis menggunakan video Youtube-nya untuk menangis dan menyesali perbuatannya. Ia pun mengeluarkan permintaan maaf kepada dua juta pengikutnya di saat yang sama.

“Yang saya pikirkan ketika membiat video itu adalah betapa menghibur dan menariknya video ini bagi kalian untuk ditonton. Bahkan tidak terlintas dalam pikiran bahwa saya bisa dilarang seumur hidup dari Fortnite,” terang Jarvis, melansir dari VT, Jumat (8/11/2019).

Jarvis yang merupakan anggota tim eSports FaZe Clan mengklaim dia hanya mengaktifkan aplikasi curang tersebut dalam video instruksi. Gamer ini mengaku tidak pernah menggunakan aimbot dalam kompetisi.

“Saya hanya ingin menjadi jelas bahwa ini adalah pertama kalinya saya melakukan hal seperti ini. Tentu saja saya tidak pernah melakukan ini selama permainan kompetitif sama sekali,” lanjutnya.

 Laki-laki menangis

Jarvis pun mengatakan bahwa developer games, Epic Games sebenarnya telah mengetahui kesalahannya. Ia pun sangat menyesal dan harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan.

Jarvis pun pasrah dengan semua hukuman yang datang menghampirinya. Namun saat ini Jarvis sedang berusaha mencari jalan keluar dari masalah dari larangan bermain seumur hidup yang dihadapinya. Jarvis pun membuat sebuat pernyataan yang bertulis.

"Saya akan bertanggung jawab atas tindakan dan sepenuhnya mengerti mengapa hal ini terjadi. Saya hanya berharap bisa tahu betapa parah konsekuensinya pada saat itu dan tidak pernah berpikir untuk melakukannya,” sambungnya.

Sebagai bagian dari FAQ di situs webnya, Epic Games menekankan bahwa mereka sangat serius di bidang hukum dan pengembangan game.

"Kami tidak ingin memberi kesempatan dengan berbicara secara mendalam tentang bagaimana kami memerangi kecurangan. Curang dilarang secara permanen di semua produk Epic,” tulis mereka.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini