nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dapat Ucapan Menyakitkan dari Guru, Kisah Sukses Pemuda Lulus Cumlaude dari PTN Viral di Medsos

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 01:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 11 612 2128566 dapat-ucapan-menyakitkan-dari-guru-kisah-sukses-pemuda-lulus-cumlaude-dari-ptn-viral-di-medsos-Lny3sxjZNR.jpg Kisah viral di medsos (Foto: Twitter)

UCAPAN menyakitkan dari orang lain yang memandang sebelah mata terkadang bisa menjadi cambuk semangat untuk berjuang lebih keras lagi. Salah satu tujuannya adalah membuktikan bila kemampuan diri tidak bisa diremehkan. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang pria bernama Bramastio Miransyahputra yang kisahnya viral di medsos.

Kisah Bramastio viral di medsos setelah ia menuliskan tweet yang ditujukan untuk mantan guru bimbingan konseling (BK) sewaktu SMA. “Tweet ini saya dedikasikan untuk Bu Titiek, guru BK yg bilang saya gabakal masuk PTN; maaf saya cumlaude,” tulisnya pada akun Twitter @palingmahir. Dirinya juga mengunggah foto sehabis di wisuda lengkap dengan toga.

Hingga berita ini ditulis, tweet yang viral di media sosial itu telah di-retweet hampir 20 ribu kali dan disukai hampir 37 ribu kali. Tak hanya itu, tweet tersebut juga menerima ribuan balasan. Ternyata tak sedikit yang pernah mengalami serupa seperti Bramastio yaitu diremehkan oleh guru namun pada akhirnya berhasil menjadi orang sukses.

Kepada Okezone Bramastio menuturkan jika dirinya tak ada rencana untuk memviralkan tweet tersebut. Bahkan dirinya tidak menyangka tulisan satu kalimatnya mendapat respons luar biasa dari para pengguna media sosial. Ketika bangun, ia terkejut mendapat pemberitahuan di akunTwitter-nya ramai.

“Dari situ saya jadi bisa belajar analisa perilaku netizen di dunia digital marketing khususnya Twitter itu sendiri. Tapi sebenarnya alasan saya ingin menulis tweet itu hanya mau flexing aja kalau saya yang malas, malas gini bisa juga kok lulus dengan pujian (cum laude),” ujar Bramastio saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (11/11/2019). Klik halaman selanjutnya untuk kisah yang viral di medsos ini.

Pria berusia 22 tahun itu menceritakan perjuangannya hingga bisa kuliah dengan nilai memuaskan. Bramastio mengakui jika pada awalnya ia sempat merasa terpuruk setelah mendengar ucapan gurunya. Tapi, meskipun merasa sakit hati, dirinya ingin membuktikan dirinya bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN), tidak seperti yang gurunya ucapkan.

“Saya akhirnya mengambil les dekat rumah, bahkan langsung ambil kelas SBMPTN. Tapi syukur saya mendapat jalur undangan,” kata Bramastio.

Tak puas hanya sekadar mendapat kesempatan lewat jalur undangan,ia juga menyusun strategi agar bisa lolos seleksi. Akhirnya, Bramastio memutuskan mengambil jurusan yang disukainya tetapi belum banyak diketahui oleh orang lain. Jurusan Manajemen Komunikasi menjadi pilihannya. Strategi itu ternyata berhasil dan dirinya diterima menjadi salah satu mahasiswa PTN di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2015.

 Kisah viral di medsos

Selama kuliah, Bramastio mengakui bila dirinya senang bermain bersama teman. Akan tetapi, dia tidak pernah lupa dengan kewajibannya untuk menyelesaikan pendidikan. Sambil bermain, ia mengurbankan waktu tidurnya untuk memaksimalkan kuliah, organisasi, dan kerja freelance.

“Syukurnya semua kerja keras itu terbayar. Orangtua saya juga support banget untuk semua hal yang saya lakuin semacam fotografi, musik, sama grafis desain untuk freelance. Padahal itu enggak ada hubungannya dengan jurusan kuliah,” ucap Bramastio.

Tak hanya menuntut ilmu dan mengerjakan tugas serta kewajiban lain selama kuliah, Bramastio berhasil berkontribusi membuat artwork untuk single Lucky Man milik salah satu musisi asal Jatinangor bernama Pras. Dirinya juga berkerja freelance sebagai admin media sosial dan fotografer dari Walrush, band alternatif asal Jatinangor.

“Saya lakukan berbagai hal tapi enggak pernah lupa akan kewajiban untuk kuliah. Saya kerja keras mati-matian agar keduanya bisa berjalan baik. Di samping kerja keras, jelas selalu ada sahabat-sahabat yang support dalam bentuk apapun,” ucap Bramastio.

 

Sementara itu, Bramastio mengungkapkan alasan lain menuliskan tweet yang menjadi viral tersebut. Lewat tweet itu, ia ingin memotivasii orang lain agar bisa menjadikan omongan yang meremehkan diri mereka sebagai alasan untuk melesat dan bertahan menjadi lebih baik. Selain itu, dirinya mau mengingatkan apabila stereotype atau pelabelan selalu ada di sekitar.

“Mungkin kita kadang enggak peka, beberapa orang cenderung membentuk dirinya karena dipengaruhi omongan orang lain sehingga takut dan enggak berani buat mengejar mimpinya. Mereka berpikir, ‘Oh kata temen-temen gue, gue begini, ya sudah berarti gua enggak layak, benar apa kata mereka.’ Padahal ‘kan enggak begitu harusnya,” ucap Bramastio.

Tak lupa ia berharap agar masyarakat bisa menghentikan tindakan stereotype terhadap orang lain yang bisa menghancurkan mimpi orang lain. Selain itu, jangan dengarkan omongan orang lain yang bisa menghancurkan diri sendiri. Terakhir, Bramastio juga ingin mengucapkan terima kasih kepada guru BK yang berhasil membuatnya bisa masuk PTN. Sejauh ini, ia belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu gurunya itu.

“Kalau ketemu guru BK saya akan sampaikan rasa terima kasih. Namun saya enggak akan menghilangkan kalimat kalau guru tersebut pernah bilang saya enggak akan masuk PTN. Tapi intinya saya akan berterimakasih,” pungkas Bramastio.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini