nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suami Terlalu Baik, Istri Ini Carikan Perempuan untuk Dimadu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 19:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 196 2128986 suami-terlalu-baik-istri-ini-carikan-perempuan-untuk-dimadu-NXGQ4dDNFm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAH membayangkan seorang istri rela dimadu bahkan mencarikan calon perempuan baru untuk suaminya? Mungkin itu terdengar tak mungkin terjadi, tapi pasangan ini melakukannya.

Ya, pasangan asal Malaysia ini menjadi pembicaraan di media sosial setelah keputusan istri pertama menghadiahi suaminya perempuan dan siap dimadu. Pilihan itu ia ambil dengan alasan sang suami terlalu baik.

Dilansir dari MStar, Khazatul Atiqah Abu Seman awalnya sangat tidak suka dengan praktik poligami. Baginya, hal itu sangat salah dan bisa melukai hati perempuan.

Tapi, lambat laun persepsi itu berubah, setelah dirinya mengetahui bahwa poligami membawa kebaikan dalam hal ibadah. Perubahan persepsi itu dialami perempuan yang kerap disapa Tiqah itu sejak dirinya menetap satu rumah di kediaman mertuanya.

lambat laun persepsi itu berubah, setelah dirinya mengetahui bahwa poligami membawa kebaikan dalam hal ibadah.

Di rumah tersebut, Tiqah melihat langsung bagaimana ketiga ibu suaminya tetap harmonis dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan, soal ibadah mereka bisa melaksanakannya bersama tanpa ada rasa sakit hati.

Tiqah mulai membuka hati untuk menerima adanya perempuan lain di rumahnya saat usia pernikahannya dengan Samuel Dzul empat tahun. Tapi, di momen ini ia belum menemukan sosok perempuan yang tepat untuk dia kenalkan ke sang suami.

Ada alasan lain kenapa Tiqah mau dimadu. Hal ini terjadi saat dirinya mengalami penurunan kesehatan saat hamil anak kelima. Di momen ini, ia menceritakan kerap alami sakit di bagian punggung serta paha. Karena itu, ia bahkan sempat beaktivitas dengan kursi roda.

Tidak ingin menyusahkan suami dan anak-anaknya, Tiqah pun semakin bulat untuk mencarikan suaminya istri baru.

"Ketika kandungan anak kelima, saya mengalami sakit seperti kontraksi bersalin dan sakit nyeri punggung. Keadaan ini membuat saya susah bergerak. Di saat itu juga, saya berpikiran bagaimana saya bisa mengurus suami dan anak-anak kalau kondisi saya seperti ini," papar Tiqah.

Setelah itu, Tiqah menerangkan kalau dirinya kerap menangis jika tahu kalau dirinya tak bisa menjadi ibu yang baik. Alhasil, dia kemudian berniat untuk mencari perempuan baru untuk 'jaga-jaga' apabila sesuatu terjadi pada dirinya.

dia kemudian berniat untuk mencari perempuan baru untuk 'jaga-jaga' apabila sesuatu terjadi pada dirinya.

Niat itu semakin besar ketika tahu sang suami yang akhirnya mengurus semua urusan rumah tangganya. Bahkan, sudah dibuat repot di rumah, sang suami juga mesti mengurusi bisnisnya. Hal ini ia lakukan bahkan saat sedang sakit.

"Dia memang suami yang baik, penyayang, dan sangat perhatian pada saya. Jadi, saya pikir poligami adalahjalan terbaik agar keperluan suami saya dapat dipenuhi," terang Tiqah.

Tiqah pun akhirnya berhasil menemukan sang madu. Ia bernama Nur Fathonah Abdul Rahim yang berusia 30 tahun. Tiqah menemukan sosok perempuan ini di media sosial.

"Saya kenal dengan perempuan ini di media sosial di komen Facebook dalam 'circle' teman sekolah dan Fathonah punya bisnis mobile spa. Kita berteman di media sosial akhirnya selama dua tahunan," ucap Tiqah.

Tiqah pun akhirnya berhasil menemukan sang madu. Ia bernama Nur Fathonah Abdul Rahim yang berusia 30 tahun

Pertemuan pun terjadi tak begitu lama setelah keduanya merasa sudah sangat dekat. Mereka bertemu di salah satu rumah makan dan itulah momen pertama kali Tiqah dan Fathonah bertemu. "Saya lihat dia begitu cantik," sambungnya.

Fathonah sendiri merupakan single mom dari dua orang anak. Ia mengurusi anaknya dan hal ini membuat Tiqah merasa yakin kalau dialah sosok paling tepat untuk suaminya.

Pernikahan di antara Fathonah dan Samuel pun terjadi. Mereka menetapkan untuk tinggal satu rumah dengan Tiqah. Lantas apakah Tiqah merasa cemburu? Tidak sama sekali.

Ya, Tiqah malah merasa senang karena anak dan suaminya diurus dengan sangat baik. Bahkan, ia merasa terpacu jika Fathonah memberi sesuatu yang baik, maka ia akan kasih yang jauh lebih baik lagi.

"Kalau saya lihat si madu melayani suami dengan baik, saya juga akan memberi pelayanan yang baik. Jadi, saya dapat lihat kasih sayang antara kami semakin menebal," ungkapnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini