nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Ini Tuntut Maskapai Penerbangan karena Dituduh Berbuat Mesum

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 406 2128901 wanita-ini-tuntut-maskapai-penerbangan-karena-dituduh-berbuat-mesum-LyouqAt87Z.jpg Ilustrasi wanita di bandara (Foto: Shutterstock)

SEORANG wanita menuntut salah satu maskapai penerbangan populer bernama Jetstar. Wanita bernama Serah Nathan itu mengaku dipermalukan oleh staf penerbangan ketika menunggu untuk naik pesawat di Bandara Sydney, Australia.

Kala itu Nathan dari Melbourne sedang menunggu untuk naik pesawat dengan maskapai penerbangan saingannya bernama Tigerair. Kala itu jam menunjukkan pukul 15:20 waktu setempat ketika pertengkaran "aneh" itu terjadi.

Wanita berusia 33 tahun itu menuduh bahwa staf Jetstar mendekatinya di salah satu gerbang yang ditunjuk. Hal tersebut mereka lakukan setelah melihat Nathan duduk di pangkuan pacarnya.

Bandara Sydney

Nathan memang telah mengunjungi pacarnya, setelah menjalani hubungan jarak jauh (LDR). Ia pun menambahkan bahwa pasangan itu tidak akan bertemu lagi sampai Natal 2019.

“Saya duduk berlutut dan kami baru saja ngobrol selama beberapa menit. Perwakilan Jetstar berseragam menyingkirkan dan menyuruh saya untuk duduk di kursi yang terpisah karena ada anak-anak yang menonton,” terang Nathan, melansir dari VT, Selasa (12/11/2019).

Kaget dengan permintaan dari staf maskapai penerbangan tersebut, Nathan dan kekasihnya mengaku tidak melihat anak-anak di sekitar mereka. Mereka juga bingung dengan permintaan tersebut yang mengaku tidak relevan dengan cara duduknya.

Nathan kemudian ingat staf dari maskapai tersebut kembali dengan seorang "pemimpin tim”. Ia sekali lagi memerintahkan Nathan untuk duduk di sebelah kekasihnya dan tidak berada di pangkuannya.

“Saya dengan tenang memintanya untuk menjelaskan mengapa tidak bisa bercakap-cakap dengan pasangan saya sambil duduk berlutut. Dia menegaskan ada anak-anak di sekitar dan menambahkan, 'Kamu tidak menghormati orang tua di sini dengan mengangkangi pacarmu', sambung Nathan.

 Ilustrasi bandara

Nathan, yang berprofesi sebagai seorang penulis, mengklaim merasa "dipermalukan" dan percaya bahwa ia menjadi sasaran empuk karena kewarganegaraannya di Sri Lanka. Nathan kemudian diberitahu bahwa pakaian yang ia kenakan tidak diperkenankan untuk naik ke pesawat.

"Karyawan Jetstar menuduh trackies, runner, dan combo full-length saya mungkin membuat saya ditolak dalam penerbangan. Saya perhatikan wanita kaukasia yang duduk di hadapan saya mengenakan gaun strapless yang sangat pendek tetapi diizinkan,” lanjutnya.

Terlihat jelas Ketua Tim maskapai berminat untuk menggertak seorang wanita kulit hitam yang terlihat jauh lebih muda dari usia Nathan dan merupakan target yang mudah. Melihat hal itu seorang juru bicara maskapai telah membantah perilaku diskriminatif atas nama staf maskapai mereka.

"Kami tidak mentolerir diskriminasi dalam bentuk apa pun dan tim kami membantah tuduhan bahwa mereka bertindak dengan cara ini,” terang juru bicara maskapai.

Nathan mengatakan bahwa perilaku tak terpuji maskapai terus berlanjut setelah mendarat kembali di Melbourne. Setelah menghubungi tim Layanan Pelanggan melalui layanan live-chat mereka, Nathan memberi tahu mereka tentang apa yang terjadi di Sydney.

“Ada beberapa tanggapan yang sangat aneh dari tim penanganan pengaduan online. Mereka seperti menambah garam ke luka,” lanjutnya.

Setelah bertanya kepada tim pengaduan online apakah pakaiannya dianggap pantas untuk terbang, Nathan pun menerima tanggapan membingungkan "Aku sudah memeriksa fotonya dan kupikir kau sangat cantik, pacarmu pasti sangat beruntung memilikimu."

Tim pengaduan online menambahkan bahwa mereka setuju bahwa Nathan seharusnya tidak duduk di lutut pacarnya. "Saya bisa mengerti bahwa Anda tidak terlibat dalam aktivitas seksual, tetapi sekali lagi saya percaya bahwa bahasa tubuh semacam ini harus dilakukan di tempat pribadi.”

Seorang juru bicara dari maskapai telah mengkonfirmasi bahwa penyelidikan atas insiden tersebut terus berlanjut.

“Kami berbicara dengan tim bandara untuk lebih memahami apa yang terjadi. Kami meminta maaf kepada Serah atas cara permintaan yang ditangani oleh perwakilan layanan pelanggan online kami yang jauh dari standar yang kami harapkan,” tutup juru bicara maskapai.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini