nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amerika Heboh Masalah Vape, Kemenkes: Kita Melarang Sejak Dulu

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 02:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 481 2128603 amerika-heboh-masalah-vape-kemenkes-kita-melarang-sejak-dulu-QvujyCcxsn.jpg Ilustrasi Vape. (Foto: Ecigsuk)

BEBERAPA daerah di Amerika Serikat mulai melarang penggunaan vape, setelah muncul hampir 400 kasus penyakit paru-paru serius terkait merokok dengan vape. New York menjadi negara bagian pertama yang segera melarang rokok elektrik beraroma.

Di Indonesia, pemerintah mempertegas pelarangan penggunaan vape atau rokok elektrik di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menginisiasi pelarangan tersebut.

Rencana pelarangan penggunaan vape ini sebenarnya sudah lama jadi bahan perbincangan di kalangan stakeholder kesehatan. Namun goals-nya belum ditampakkan karena harus merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012, tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Kepala BPOM Penny K Lukito menuturkan, berdasarkan penelitian vape punya banyak kandungan kimia berbahaya. Dari mulai nikotin, propilenglikol, Perisa (Flavoring), logam, karbonil, serta tobacco specific nitrosamines (TSNAs), dan diethylene glycol (DEG).

"Fakta temuan ilmiah ini menjadi dasar usulan pelarangan penggunaan vape di Indonesia," ungkap Penny.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono turut menanggapi pemberitaan pelarangan vape tersebut. Dia menyebutkan, seluruh stakeholder kesehatan sudah koordinasi bersama dengan Menko PMK Muhadjir Effendy.

"Kita sudah diskusi dengan Pak Menko PMK dan posisi kita memang melarang. Kalau nanti BPOM selaku yang punya otoritas pelarangan sebuah produk di sana ya adalah hal yang baik," ucap Anung ditemui di Gedung Kemenkes RI, kawasan Kuningan.

Anung menegaskan, Kemenkes sudah melarang penggunaan vape dengan alasan apapun. Hal ini dilakukan sejak awal munculnya vape di Indonesia, yang kian diminati banyak kalangan milenial.

Hal ini dilakukan sejak awal munculnya vape di Indonesia, yang kian diminati banyak kalangan milenial.

Kemenkes, sambung Anung, fungsinya hanya melakukan pembatasan dan pelarangan penggunaan vape. Untuk produksi, jelas tidak ikut campur secara langsung.

"Produksi dan distribusi bukan kami kan yang mengatur. Dalam tatanan itu, Kemenkes posisinya adalah melakukan pembatasan," bebernya.

Telah dijelaskan sebelumnya, secara temuan ilmiah vape memang mengandung banyak bahan kimia berbahaya. Bukan lebih baik dari rokok tembakau, seperti yang digembor-gemborkan saat ini.

"Dari awal statement kita melarang. Pelarangan bukan pembatasan. Kita ngomong pelarangan konsumsi vape atau rokok elektrik di indonesia," tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini