nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kesehatan Nasional, Menkes Soroti Masih Tingginya Harga Obat

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 13:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 12 481 2128790 hari-kesehatan-nasional-menkes-soroti-masih-tingginya-harga-obat-NTnENZPRxq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GENERASI sehat menjadi salah satu keberhasilan kunci majunya pembangunan kesehatan di Indonesia. Di samping itu, butuh inovasi baru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional 2019, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bertekad memprioritaskan mewujudkan generasi sehat. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar bisa mencapai cita-cita tersebut.

Sebagaimana yang telah diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pelantikan Kabinet Indonesia maju 2020-2024, dalam lima tahun mendatang pemerintah harus memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia. Hal itu sejalan dengan tema HKN ke-55 yakni "Generasi Sehat, Indonesia Unggul".

Menkes Terawan mengatakan, ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan, terkait pembanguann sumber daya berkualitas, yaitu stunting dan Jamiman Kesehatan Nasional (JKN). Sementara ada isu kesehatan lainnya, yaitu tingginya harga obat dan rendahnya pemakaian alat kesehatan buatan dalam negeri.

 tingginya harga obat dan rendahnya pemakaian alat kesehatan buatan dalam negeri.

"Hal tersebut akan jadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diusahakan segera solusinya," ucap Menkes Terawan saat Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2019 di Gedung Kemenkes, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Menkes Terawan menambahkan, selama lima tahun terakhir berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan sumber daya manusia telah diraih. Ditandai dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia setiap tahun.

Salah satu parameternya adalah usia harapan hidup, telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan. Antara lain menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI), stunting, meningkatnya cakupan imunisasi, serta berhasilnya pengendalian penyakit menular, dengan menurunnya angka TB.

"Terima kasih dalam kurun waktu 5 tahun angka stunting diturunkan hampir 10 persen," imbuh Menkes Terawan.

Di masa kepemimpinan Menteri Kesehatan Nila Faried Moeloek, dalam pembangunan kesehatan telah memperjuangkan tiga pilar. Yakni paradigma sehat, penguatan aksss pelayanan kesehatan, penyediaan biaya JKN yang mengusung kegiatan promotif dan preventif.

Ada beberapa program unggulan seperti Gerakan Masyarakan Hidup Sehat (Germas), program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga dan Nusantara Sehat. Dari upaya-upaya tersebut kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dari upaya-upaya tersebut kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kita juga tidak dapat menutup mata, terhadap berbagai permasalahan yang masih ada dalam proses pembangunan kesehatan di Tanah Air," beber Menkes Terawan.

Kini Menkes Terawan berkonsentrasi dengan segenap potensi kekuatan dan kebersamaan. Untuk menitikberatkan pembanguan generasi sehat, yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa

Dengan berbagai masalah kompleksitas seperti stunting, JKN, serta penyediaan layanan kesehatan dasar. Pemerintah sudah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah tersebut, selaras dengan tuntutan masyarakat.

"Saya berharap generasi sehat yang kita perjuangkan bersama dapat menjadi sumber daya manusia unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka dan bertepatan dengan bonus demografi," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini