nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kesehatan Nasional 2019, Mantan Menkes Nila Moeloek Ungkap PR Pemerintah

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 18:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 12 481 2128971 hari-kesehatan-nasional-2019-mantan-menkes-nila-moeloek-ungkap-pr-pemerintah-1LnYLcog2F.jpg Mantan Menkes Nila Moeloek (Foto : Tiara/Okezone)

Tanggal 12 November selalu diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Berbicara mengenai kesehatan di Indonesia, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, turut angkat bicara mengenai hal-hal yang harus diselesaikan.

Ditemui Okezone dalam acara diskusi Hari Kesehatan Nasional 2019 bertema 'Generasi Sehat untuk Indonesia Unggul', Nila Moeloek mengatakan menurut data indeks keluarga sehat hanya 18 persen dari total seluruh masyarakat. Artinya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat belum ada.

"Ujungnya dari diskusi ini sebenarnya mau mencoba mengubah perilaku. Backup layanan kesehatan itu hanya 30 persen, genetik 10 persen, yang paling utama adalah perilaku dan lingkungan. Jadi bagaimana caranya mengubah perilaku masyarakat karena kesehatan semua di hilir," ujar Nila di akhir acara diskusi yang diselenggarakan ILUNI UI, Selasa (12/11/2019).

hari kesehatan

Nila menambahkan, sulit menciptakan generasi yang unggul apabila masyarakat di hulunya tidak sehat. Ia mencontohkan perilaku masyarakat di Sumatera Utara yang membuang babi terkena kolera ke sungai. Padahal air sungai digunakan oleh masyarakat sekitar untuk keperluan hidup sehari-hari.

"Mereka tidak sadar bahwa itu sebenarnya tidak baik. Kenapa tidak digali saja, dikubur 'kan itu lebih aman. Perilaku, jadi itu PR utama," ucap Nila Moeloek.

Contoh lainnya menyangkut angka harapan hidup. Sekarang ini harapan hidup masyarakat Indonesia memang meningkat menjadi 73,19 tahun pada wanita dan 69,30 tahun pada pria. Akan tetapi, usia sakitnya cukup tinggi yaitu 8,83 tahun.

Mantan Menkes Nila Moeloek

"Artinya masyarakat hidup panjang tapi tidak sehat. Coba lihat sekarang banyak masyarakat yang terkena hipertensi, tapi mereka tidak minum obat secara rutin karena menganggapnya sudah sembuh. Padahal hipertensi itu silent killer, tiba-tiba nanti terkena stroke," kata Nila.

Selain perilaku, masalah lainnya adalah stunting. Berdasarkan data Riskesdas 2019, jumlah anak yang mengalami stunting mencapai 27,67 persen.

Nila Moeloek

(Foto : Dok.Okezone)

"Walaupun jumlahnya turun dibanding tahun 2013, tapi tetap angkanya masih tinggi dibanding angka WHO yang minta di bawah 20 persen. Stunting membuat orang tidak bisa berpikir lebih jauh, sehingga tugas kita berat sekali. Orang-orang yang stunting bukan aset tapi beban bangsa," pungkas Nila.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini