nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Lupa Ingatan karena Melahirkan, Aksi Sang Suami So Sweet Banget

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 08:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 13 196 2129145 istri-lupa-ingatan-karena-melahirkan-aksi-sang-suami-so-sweet-banget-nT3AMSum86.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PROSES kelahiran adalah sebuah momen di mana seorang ibu harus bertaruh nyawa, agar bisa membawa si kecil tiba di dunia. Perlu persiapan yang sangat matang menjelang kelahiran tersebut, apalagi jika sudah ada tanda-tanda komplikasi sebelum melahirkan.

Oleh karena itu, peran suami untuk mendampingi istri yang kehamilannya bermasalah sangatlah penting. Dengan dukungan suami, ibu hamil dapat menghadapi masalah kehamilan tanpa stres berlebih. Cerita berbeda datang dari seorang pria asal Amerika Serikat.

Pria bernama Steve Curto itu tak hanya menunjukkan dukungan terhadap istrinya yang menghadapi masalah saat kehamilan, melainkan juga kesetiaan mendalam. Sang istri, Camre Curto, mengalami stroke pada saat melahirkan buah hati mereka karena preeklampsia yang dialami pada trimester ketiga.

Semula, Camre tidak menghadapi masalah apapun di masa kehamilannya, namun pada saat usia kandungannya memasuki trimester ketiga, ia mulai sering muntah. Suatu hari ketika di usia kehamilan 33 minggu, dirinya mengalami pembengkakan di tenggorokan dan kesulitan bernafas.

Ketika itu, berat bayinya yang diberi nama Gavin hanya 1,8 kg.

Begitu berada di ruang gawat darurat, Camre mengalami kejang grand mal. Hal tersebut membuat dia harus melahirkan melalui operasi caesar darurat. Ketika itu, berat bayinya yang diberi nama Gavin hanya 1,8 kg.

Seusai menjalani operasi, dokter mengatakan Camre mengalami preeklampsia yang tidak terdiagnosis. Preeklampsia yang dialaminya terbilang berat bahkan sudah berkembang ke arah eklampsia. Dia pun mengalami koma yang diinduksi secara medis.

Masalah yang datang tak berhenti sampai di situ. Ketika sang istri tersadar dari koma, Steve mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.

"Camre tidak tahu siapa dirinya atau bahwa dia telah melahirkan. Dia juga tidak tahu siapa saya atau siapa orang tuanya," ujar Steve seperti yang Okezone kutip dari Independent.

Usai menjalani perawatan selama 30 hari, Camre diperbolehkan pulang. Hanya saja ia tidak dapat mengingat cara melakukan tugas-tugas dasar seperti menyikat gigi atau berpakaian.

Selama beberapa bulan pertama setelah kelahiran Gavin, Camre tinggal di rumah orangtuanya. Sedangkan Steve tetap berada di rumah mereka sambil mengurus bayinya.

Suatu hari, pasangan itu duduk bersama di rumah orangtua Camre. Ada satu perkataan yang keluar dari bibir istrinya dan menyentuh hati Steve.

"Kami duduk di sofa dan dia (Camre) berkata, 'Aku tidak tahu siapa kamu, tetapi aku tahu aku mencintaimu'. Perkataan itu selalu melekat pada saya dan telah menjadi kekuatan pendorong di balik segalanya," kata Steve.

Dari situ Steve mulai menulis perjalanan kisahnya bersama Camre. Ia merinci setiap langkah dalam hubungan 10 tahun mereka dalam sebuah buku yang kemudian dia beri judul 'But I Know I Love You'.

Buku itu mendokumentasikan kehidupan saat mereka bersama. Mulai dari bertemu dan jatuh cinta hingga kenangan seperti kencan pertama, kelahiran putra, serta pernikahan.

Lewat buku itu, Camre belajar untuk mengingat kehidupan yang telah dilaluinya. Ia juga menjalani terapi okupasi untuk mengembalikan kepribadiannya. Tapi yang utama, buku suaminya telah membantunya mengajari tentang hubungan mereka.

"Segala sesuatu dalam buku ini adalah tentang kenangan yang telah kami lalui dan segala sesuatu yang telah saya lewatkan. Kadang-kadang sulit bagi saya menerimanya karena itu menunjukkan ada bagian dalam diri yang hilang," ujar Camre. Namun sekali lagi, ia tetap memiliki rasa cinta yang mendalam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini