nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penderita Diabetes Rentan Hipoglikemia dengan Risiko Kematian Tinggi, Kenali Gejalanya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 20:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 481 2129517 penderita-diabetes-rentan-hipoglikemia-dengan-risiko-kematian-tinggi-kenali-gejalanya-W4rF1ejqnr.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Indonesia menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan yakni sebesar 6,9 persen pada 2013. Angka tersebut terus meningkat hingga menyentuh angka 8,5 persen pada 2018.

Mirisnya, Riskesdas 2018 menyebut bahwa 75 persen total penyandang diabetes tidak menyadari mengidap penyakit tersebut. Meskipun ada beberapa tanda maupun gejala khas yang muncul bagi seseorang penderita diabetes.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSCM dan Jakarta Heart Centre, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K) mengatakan ada tiga ciri umum yang menunjukkan seseorang mengalami diabetes. Beberapa di antaranya adalah sering lapar, cepat lelah dan lemas walaupun sudah cukup makan.

“Orang diabetes gula darahnya gampang naik dan turun. Jadi orang diabet glukosanya tidak melulu tinggi tapi juga rendah. Gula darah rendah biasa disebut hipoglikemia,” terang dr. Fia, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Kepala Pusing

Hipoglikemia sendiri memiliki ciri-ciri, yakni badan gemetar, keringat dingin dan terasa sempoyongan seperti ingin pingsan. Menurut dr. Fia, pasien yang mengalami hipoglikemia memiliki tingkat risiko kematian yang sangat besar dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.

“Penderita diabetes dianjurkan membawa permen untuk membantu kadar gulanya naik. Jika sudah mulai merasa gemetar akibat hipoglikemia, maka dianjurkan untuk memakan permen atau minum yang manis-manis supaya gula darahnya kembali stabil,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Konsultan Metabolik Endokrin, Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM. Menurutnya diabetes dibagi menjadi dua jenis yakni diabetes akut dan diabetes kronik. Diabetes akut sendiri terjadi secara mendadak yang akan menimbulkan hipoglikemia dan hiperglikemia. Sementara diabetes akut terjadi akibat hiperglikemia yang terjadi secara terus menerus.

“Hipoglikemia bisa terjadi jika gula darah di bawah 60. Rasanya sempoyongan, tak bisa berpikir dan keringat dingin. Sementara hiperglikemia terjadi jika gula darah di atas 300. Orang (penderita diabetes) biasanya tidak sadar kalau gulanya tinggi, gejalanya kakinya kesemutan dan buang air kecilnya banyak dan sering banget pada malam hari,” terang dr. Eli

Selain itu penderita diabetes itu sering merasa lapar tapi berat badan turun. Dokter Eli mengimbau agar pasien diabetes tetap menjaga gula darahnya tidak boleh rendah tapi gak boleh tinggi. Pasalnya hal ini bisa sangat berbahaya bagi kesehatan pasien.

cek gula darah

“Gula darah bisa naik dan turun karena sel otot tidak bisa menerima gula dengan baik. Selain itu pankreas juga tidak berfungsi normal. Gula darah sebelum makan tidak boleh kurang dari 130 dan setelah makan tidak boleh lebih dari 180,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Hipoglikemia bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia karena glukosa dibutuhkan otak sebagai sumber energi. Apabila kadar gula darah di bawah 60, otak menjadi tidak bisa berpikir dan menyebabkan kurangnya pasokan oksigen dalam tubuh (hipoksia).

Cek Gula Darah

“Hipoksia membuat pembuluh darah menjadi kecil. Jika otak kekurangan oksigen dalam waktu lama, maka akan menyebabkan kerusakan dan tidak bisa diobati,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini