nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Pemerintah Hadapi Banyaknya Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas 3

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 07:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 481 2129572 antisipasi-pemerintah-hadapi-banyaknya-peserta-bpjs-kesehatan-turun-kelas-3-uoLLHPBq5d.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Antisipasi pun mulai dilakukan oleh pemerintah seiring dengan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan awal tahun 2020. Salah satunya yakni memperbaiki pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes), seiring dengan adanya risiko peserta turun kelas.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemerintah mulai mempersiapkan lebih banyak fasilitas tempat tidur di rumah sakii. Juga dengan perbaikan pelayanan medis, seperti memangkas antrean. Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menuturkan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan segala fasilitas yang memadai. Upaya tersebut mulai dilakukan agar peserta BPJS Kesehatan tidak merasa rugi.

"Kami harus antisipasi, misal dari kecukupan kecukupan tempat tidurnya. Berobat tidak lagi antre dan hal lain," ungkap Andayani di Gedung Kemkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

BPJS Kesehatan

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni menambahkan, saat iuran naik, peserta BPJS Kesehatan harus dapat pelayanan kesehatan yang optimal. Pemerintah harus memulai langkahnya dari sekarang, agar tidak terjadi kekecewaan saat iuran BPJS Kesehatan naik awal tahun 2020.

"Kita pastikan bagaimana supply rumah sakit meningkat jumlahnya. Kita pastikan peserta BPJS Kesehatan harus merasakan peningkatan kualitas, perbaikan mutu," kata Choesni, di kesempatan sama.

Choesni memprediksi, nantinya peserta mandiri dari kelas satu atau kelas dua, turun menjadi peserta kelas tiga. Dari situ, pemerintah harus melakukan perbaikan mutu, paling penting juga menambah bed kelas tiga di rumah sakit.

Ilustrasi rumah sakit

"Pemerintah harus siap-siap estimasi penambahan layanan kelas tiga, tambah bed misalnya," imbuh Choesni.

Begitu juga dengan upaya memotong antrean, Choesni meminta agar pemerintah mulai memperbaiki sistem IT dalam melayani peserta mandiri di rumah sakit. Hal ini wajib dilakukan karena berurusan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

rumah sakit

"Kalau memotong antrean, cari solusinya misalnya dengan pembenahan IT base. Itu pentingnya, karena kita bertugas memberikan pelayanan," pungkas Choesni.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini