nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Kurangi Kenikmatan Berhubungan Badan, Ini Alasan Bulu Kemaluan Tak Boleh Dicukur

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 05:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 485 2129582 selain-kurangi-kenikmatan-berhubungan-badan-ini-alasan-bulu-kemaluan-tak-boleh-dicukur-eINjDKlyBy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENJAGA kebersihan organ intim wanita memang sangat diperlukan. Banyak wanita akhirnya memilih waxing, untuk menjaga kebersihan organ itim mereka.

Tapi, seorang ginekolog menyebut mencukur bulu kemaluan bisa berakibat buruk untuk wanita. Menurut dr. Jen Gunter, waxing atau mencukur bulu kemaluan dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Ketika seorang wanita mencukur bulu kemaluan maka akan menyebabkan trauma mikroskopis pada kulit. Kemungkinan bisa menimbulkan luka, lecet, infeksi dan kerontokan pada bulu kemaluan seseorang.

Gunter menambahkan, menghilangkan bulu kemaluan sebenarnya dapat mengurangi kenikmatan seksual. Pasanya bulu kemaluan memiliki fungsi, mungkin merupakan penghalang mekanis dan perlindungan bagi kulit.

menghilangkan bulu kemaluan sebenarnya dapat mengurangi kenikmatan seksual

“Bulu kemaluan juga memiliki peran dalam fungsi seksual karena setiap rambut kemaluan melekat pada ujung saraf. Itulah sebabnya akan menimbulkan rasa sakit apabila menghilangkannya,” terang Gunter, sebagaimana dilansir VT.

Meski sepenuhnya alami, perawatan bulu kemaluan adalah sebuah kewajiban. Sebuah studi dari University of California, San Francisco (UCSF), melihat para ilmuwan bertanya kepada lebih dari 3.300 wanita tentang kebiasaan perawatan pribadi mereka.

Hasil penelitian menemukan bahwa 83,8 persen mengklaim wax, mencabut atau mencukur bulu kemaluan mereka. Sementara hanya 16,2 pesen yang membiarkannya tetap utuh. Sebanyak 59 persen dari mereka menyatakan "kebersihan" menjadi alasan utama untuk mencabut bulu kemaluan mereka.

Studi ini menemukan bahwa 875 wanita (31,5%), mengatakan mereka sengaja menghilangkan bulu kemaluan mereka karena ingin membuat alat kelamin mereka lebih menarik. Hal ini sesuai dalam jurnal JAMA Dermatology yang ditulis para ilmuwan UCSF.

"Meningkatnya prevalensi pornografi yang menggambarkan alat kelamin, majalah populer dan televisi adalah pendorong utama tren mencukur bulu kemaluan di Amerika Serikat,” tulisnya.

 45,7 persen wanita mencukur bulu kemaluan sebelum liburan, dan 40 persen sebelum

Dalam studi yang sama, 21,1 persen dari wanita mengatakan alasan mereka untuk mencukur bulu kemaluan karena "preferensi pasangan" mereka. 55,6 persen dari mereka paling sering untuk menghilangkan bulu kemaluan sebelum berhubungan seks.

Selain itu sebanyak 45,7 persen wanita mencukur bulu kemaluan sebelum liburan, dan 40 persen sebelum "kunjungan kesehatan". Namun demikian menghilangkan bulu kemaluan memang memiliki beberapa manfaat.

Seperti yang dinyatakan di situs web resmi NHS, mencukur bulu kemaluan bisa mencegah kutu badan. Serangga kecil ini biasanya ditularkan saat berhubungan intim, dan suka hidup di bagian rambut tubuh yang kasar.

Dokter Gunter menawarkan beberapa saran untuk para wanita yang ingin menghilangkan rambut kemaluan. Ia merekomendasikan menggunakan pisau cukur yang bersih jika bercukur, dan selalu menyiapkan kulit dengan tepat untuk pertumbuhan bulu kemaluan.

“Jika waxing, pastikan praktisi pencabut rambut tidak mencelupkan tongkat kayu ke dalam wax, karena ini dapat menyebarkan bakteri di antara pasien,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini