Kemampuan Matematika Anak Laki-Laki Lebih Bagus dari Perempuan Cuma Mitos, Ini Kata Peneliti

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 13 612 2129203 kemampuan-matematika-anak-laki-laki-lebih-bagus-dari-perempuan-cuma-mitos-ini-kata-peneliti-jMHbeYHQZT.jpg Ilustrasi (Foto: iStock)

Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan bahwa anak laki-laki lebih cerdas dalam matematika dibanding anak perempuan. Namun hal tersebut tidak benar, karena selama bertahun-tahun penelitian hanya dilakukan menggunakan skor tes.

Berbeda dalam sebuah penelitian terbaru dengan pemindaian otak, dikonfirmasi bahwa anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama untuk mengerjakan matematika. Studi baru yang melibatkan pemindaian otak ini diterbitkan oleh jurnal Science of Learning.

Menurut hasil penelitian tersebut, anak-anak menggunakan mekanisme dan jaringan yang sama di otak untuk memecahkan masalah matematika, terlepas dari jenis kelamin mereka.

 Anak perempuan menulis

Dilansir dari Parents, Rabu (13/11/2019), sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Jessica Cantlon dari Universitas Carneige Mellon menggunakan MRI fungsional untuk mengukur aktivitas otak pada 104 anak. Anak-anak yang dilibatkan berusia 3 hingga 10 tahun.

Aktivitas otak mereka diukur ketika mereka menonton video pendidikan yang membahas topik matematika dasar, seperti penghitungan dan penambahan. Para peneliti kemudian membandingkan hasil pemindaian otak anak laki-laki dan perempuan untuk mengevaluasi kesamaan otak.

Mereka juga melihat kematangan otak dengan membandingkan pemindaian anak-anak dengan yang diambil dari sekelompok 63 orang dewasa (25 di antaranya perempuan) yang menonton video matematika yang sama. Hasilnya tidak ada perbedaan dalam bagaimana anak laki-laki dan perempuan memproses keterampilan matematika dan sama-sama terlibat saat menonton video pendidikan.

Begitu juga tidak ada perbedaan dalam perkembangan otak anak laki-laki dan perempuan atau kematangan otak ketika scan anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Kepada CNN, Cantlon mengatakan dirinya dan tim melihat area otak mana yang merespons lebih kuat terhadap konten matematika dalam video dan tugas, dibandingkan dengan konten non-matematika seperti membaca atau alfabet.

 Anak laki-laki

 "Jadi, Anda dapat mendefinisikan jaringan matematika dengan cara itu dengan melihat daerah yang merespons lebih kuat. Ketika kita melakukan itu pada anak-anak perempuan, kita melihat jaringan otak tertentu (merespons), dan ketika kita melakukan analisis yang sama pada anak laki-laki, kita melihat daerah yang sama persis," ujarnya.

Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghilangkan stereotip berbahaya yang membuat anak perempuan menjauh dari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

"Sosialisasi yang khas dapat memperburuk perbedaan kecil antara anak laki-laki dan perempuan yang bisa berubah menjadi bagaimana kita memperlakukan mereka dalam sains dan matematika. Kita harus mengetahui asal-usul ini untuk memastikan bahwa bukan kita yang menyebabkan ketidakadilan gender," pungkas Cantlon.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini