nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Metode Sunat Klem yang Semakin Digemari Masyarakat

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 11:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 14 481 2129707 mengenal-metode-sunat-klem-yang-semakin-digemari-masyarakat-ggWw1twQps.jpg Metode Sunat Klem Semakin Digemari (Foto: Shutterstock)

Metode sunat atau sirkumsisi terus mengalami perkembangan. Saat ini metode sunat klem lagi tren. Metode ini menggunakan tabung plastik khusus yang memiliki ukuran sesuai Mr P laki-laki yang mau disunat, entah itu anak-anak maupun orang dewasa.

Kecanggihan alat yang digunakan dalam metode sunat klem membuat khitan kini tidak lagi terasa menyakitkan. Dalam metode ini, kulit ujung Mr P dijepit menggunakan alat sekali pakai kemudian kulit dipotong dengan pisau bedah. Metode ini tidak membutuhkan proses penjahitan pada Mr P namun klem harus tetap terpasang hingga luka mengering. Biasanya memakan waktu sekira 3-6 hari.

Sunat klem diruang operasi

Proses pengerjaan metode sunat klem terbilang singkat yaitu hanya 7-10 menit membuat metode ini semakin digemari masyarakat. Menurut dr Encep Wahyu dari Rumah Sunat dr Mahdian, minat untuk melakukan sunat dengan metode klem terus meningkat. Terlebih dengan munculnya klem buatan dalam negeri yang menyesuaikan anatomi orang Indonesia sehingga memberikan kemudahan aplikasi, keamanan dan kenyamanan.

"Sunat sekarang dengan metode sunat klem sudah canggih banget. Metode ini kelebihannya pasien tidak perlu persiapan apa-apa, langsung datang dan proses pengerjaan singkat," ujar dr Encep saat ditemui Okezone dalam temu media bertajuk 'Sunat Zaman Now Pakai Klem', di Jakarta.

Perawatan sehabis melakukan khitan dengan metode sunat klem juga relatif lebih mudah. Mr P boleh terkena air pada saat pembersihan atau penggantian kain kasa. Kasa wajib diganti 3 kali sehari dan gunakan antiseptik untuk mematikan kuman serta bakteri.

Di sisi lain, metode klem juga meminimalkan risiko terjadinya infeksi dan komplikasi. Hal ini dikarenakan proses pengeringan luka yang lebih singkat jika dibandingkan dengan metode klem. Pasien pun dapat langsung beraktivitas sehabis melakukan sunat dengan metode ini tanpa perlu khawatir terjadinya pendarahan.

"Metode klem ini seperti menjepit tali pusat sehingga tidak ada pembuluh darah yang loss. Jadi kalau langsung beraktivitas sehabis sunat tidak masalah, bisa langsung pakai celana juga. Tapi memang tidak disarankan jangan dulu gerak hiperaktif seperti main bola atau bersepeda," kata dr Encep.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini