nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Kerja Lensa Orthokeratology yang Mampu Hilangkan Mata Minus Sementara

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 14:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 14 481 2129787 cara-kerja-lensa-orthokeratology-yang-mampu-hilangkan-mata-minus-sementara-9iqaFlVnre.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Kemajuan teknologi telah memudahkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Contohnya dengan ditemukan kacamata dan lensa kontak dapat membantu orang-orang yang memiliki mata minus, silinder, atau mata plus dapat melihat secara normal.

Kini ada metode baru yang tengah digemari pemilik mata minus dan silinder yaitu lensa orthokeratology. Menurut ahli bedah dan refraktif mata, Dr. dr Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, lensa orthokeratology sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Namun dulu material lensa kontak dapat membuat kornea kekurangan asupan oksigen sehingga bisa berdampak buruk pada mata. Berbeda dengan sekarang bahan material lensa kontak sudah hyper-oxygen transmissibility dan high durability sehingga memungkinkan kornea mata tetap mendapat asupan oksigen dengan baik.

"Saya sih sudah pakai lensa yang terbaru ini untuk para pasien kurang lebih 4 tahun terakhir. Jumlah peminatnya juga tinggi, saya sudah melayani lebih dari 200 pasang mata," ujar dr Tri saat ditemui Okezone dalam suatu acara di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

Lensa Kontak

Cara kerja lensa orthokeratology adalah dipasang pada malam hari saat tidur. Mata yang terpejam akan menekan lensa tersebut untuk mendatarkan kornea. Pendataran kornea mendatarkan kornea dapat membuat penglihatan menjadi terang dan minus hilang sementara.

"Sebenarnya lama penggunaan lensa orthokeratology tergantung minus yang dimiliku. Tapi rata-rata efektif kalau digunakan selama 8 jam," kata dr Tri.

Tapi dokter yang juga Ketua Contact Lens Service JEC itu mengatakan, lensa orthokeratology tetap bisa digunakan dalam keadaan mata terbuka. Misalnya, waktu tidur hanya 6 jam. Pada sisa waktu 2 jam, lensa tetap bisa digunakan dalam keadaan mata terbuka.

"Bukan berarti lensa ini harus dipakai dalam keadaan mata terpejam. Bisa dipakai saat mata terbuka, tapi efeknya tidak sebaik kalau saat mata terpejam. Kalau mau, waktu penggunaan mata terbukanya ditambah," ucap dr Tri.

Efek menghilangkan mata minus dari lensa orthokeratology berlangsung sementara. Semakin kecil minus, semakin lama efeknya bisa bertahan, begitu juga sebaliknya.

"Misalkan minusnya 0.75, 8 jam penggunaan di malam hari, efeknya bisa bertahan 2-3 hari ke depan. Baru di hari kedua atau ketiga, lensanya dipakai lagi dan begitu seterusnya. Tapi kalau minus di atas 3 harus tiap malam dipakai karena efeknya hanya bertahan sehari," kata dr Tri.

Sekadar informasi, lensa orthokeratology hanya bisa digunakan untuk mata minus hingga 6 dan silinder hingga 2.5. Lebih dari batas itu, harus dilakukan tindakan bedah. Oleh karenanya, sebelum pembuatan lensa orthokeratology pemilik mata minus atau silinder harus konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan. Dari pemeriksaan itu dilihat ukuran kornea dan panjang bola mata.

Lensa Kontak

Setelah diperiksa, lensa orthokeratology akan dibuat menyesuaikan kondisi pasien. Tak berhenti sampai mendapatkan lensa, pasien juga harus rajin periksa ke dokter untuk pemantauan. Pemeriksaan biasanya dilakukan pada minggu pertama, minggu kedua, bulan kedua, bulan ketiga, dan bulan keenam.

"Dokter nanti akan melihat apakah pendataran sesuai dengan diharapkan, apakah kedudukan lensa pada malam hari central atau tidak," ucap dr Tri.

Sementara itu, biaya untuk paket lensa orthokeratology berkisar Rp17 jutaan. Lensa dapat bertahan 3-4 tahun asalkan perawatannya tepat. Perawatannya tak jauh berbeda dengan lensa kontak pada umumnya.

Lensa Kontak

"Sama sih, sesudah dilepas dari mata harus dicuci, dibilas menggunakan cairan khusus. Kemudian direndam di tempatnya menggunakan protein dengan enzim," pungkas dr Tri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini