nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Ajaib Ini Bertahan Hidup setelah Dikubur dalam Kendi Lebih dari 48 Jam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 10:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 612 2129662 bayi-ajaib-ini-bertahan-hidup-setelah-dikubur-dalam-kendi-lebih-dari-48-jam-dJFkkNJVSe.jpg Ilustrasi (Foto: Pexel)

Seorang bayi perempuan menjadi viral setelah bertahan selama lebih dari 48 jam dalam sebuah kendi yang terkubur di tanah kremasi. Kejadian ini terjadi di Bareilly, India pada Oktober 2019.

Dokter yang merawat bayi malang itu di rumah sakit mengatakan jika bayi tersebut terus menunjukkan perkembangan baik, maka ia mungkin akan dipindahkan ke rumah penampungan pada akhir bulan.

BJP lokal MLA, Rajesh Mishra telah menyatakan keinginan untuk mengadopsi bayi ajaib tersebut. Meski demikian, Rajesh belum mengajukan aplikasi tertulis mengenai keinginannya.

 Tangan bayi

Dokter Anak, dr Ravi Khanna yang ikut merawat bayi itu mengatakan bahwa berat badan bocah itu hanya 1,1 kg ketika dia dibawa ke rumah sakit pada 10 Oktober 2019. Selain itu jumlah trombositnya hanya sekira 10.000.

“Sekarang berat badannya bertambah. Bayi itu telah berjuang untuk hidupnya dan sekarang dia keluar dari bahaya. Kami sudah mulai memberinya makan dari botol dan dia mungkin akan dipindahkan ke rumah penampungan pada akhir bulan ini,” tutur dr Khanna, melansir dari Times of India, Kamis (14/11/2019).

Bayi malang itu ditemukan pada 10 Oktober 2019 ketika sebuah keluarga setempat menggali di tanah dekat krematorium kota. Penggalian itu dilakukan untuk proses penguburan bayi kecil mereka.

Mereka menemukan bayi di dalam kendi yang disimpan di dalam tas dan dikubur sedalam dua kaki. Bayi itu lahir prematur dan mungkin dimakamkan oleh orang tuanya karena tidak ada yang datang untuk mengklaim bayi tersebut.

Bahkan setelah cerita itu dilaporkan secara luas di media di seluruh negeri. Dokter mengatakan bahwa bayi itu bertahan sekira 48 jam, menggunakan lemak cokelatnya yang disebut jaringan adiposa.

“Bayi prematur membutuhkan lebih sedikit oksigen. Kami harus menjaga suhu tubuhnya terus-menerus karena sering turun secara acak. Ini disebabkan karena tidak ada lemak di tubuhnya, tetapi sekarang ia telah bertambah gemuk dan beratnya sekitar 2 kg,” lanjutnya.

Bayi itu memiliki infeksi kecil di otaknya tetapi itu tidak berbahaya karena kondisinya terus membaik. Kami tidak mengizinkan pengunjung untuk bertemu dengannya karena ia mungkin tertular infeksi.

Anggota komite kesejahteraan anak setempat, DN Sharma mengatakan langkah lebih lanjut tentang masa depan gadis itu akan diambil setelah rumah sakit melaporkan berbagai pembaruan tentang kondisinya.

Polisi Bareilly belum menemukan tersangka yang mengubur gadis itu hidup-hidup dan kasus ini masih dalam penyelidikan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini