nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Serunya Bercocok Tanam di Kebun Organik, Panen Sayuran Segar!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 15:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 15 298 2130329 intip-serunya-bercocok-tanam-di-kebun-organik-panen-sayuran-segar-Ng9msYxn9z.jpg Serunya bercocok tanam di kebun organik (Foto : Dimas/Okezone)

Kuliner Nusantara merupakan bagian penting dari budaya bangsa. Begitu banyak kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, dari mulai orisinalitas bahan, bumbu hingga cara dan ritual penyajiannya. Tapi tidak banyak yang menyadari bahwa di balik proses pengolahannya, ada sosok petani yang memainkan peran penting dalam memproduksi dan menjaga kualitas bahan makanan, yakni dari bercocok tanam.

Namun sayangnya, Indonesia saat ini dihadapkan dengan penurunan jumlah petani untuk bercocok tanam yang cukup signifikan. Padahal pelestarian warisan kuliner Nusantara menjadi sesuatu yang sangat penting dan wajib untuk dikedepankan.

Jika hal ini terus terjadi maka tidak hanya mengakibatkan keterbatasan bahan pangan, namun juga menimbulkan tantangan bagi kita semua untuk terus menikmati dan melestarikan aneka kelezatan kuliner khas Indonesia.

Salah satu solusinya adalah dengan mendorong regenerasi petani di Indonesia. Keberlanjutan eksistensi mereka sebagai tulang punggung kedaulatan pangan dan kelestarian kuliner Indonesia patut untuk didukung dan perjuangkan.

bercocok tanam

Menyadari hal tersebut, Yayasan Unilever Indonesia melalui Bango sepakat untuk melakukan kerjasama The Learning Farm untuk menggagas "Program Petani Muda".

Program ini secara bertahap dilakukan selama 100 hari guna memberikan pembinaan intensif bagi sejumlah petani muda potensial tentang cara bercocok tanam yang efektif untuk hasil panen yang maksimal demi kesejahteraan yang lebih terjamin.

bercocok tanam

Menurut penuturan Nona Pooroe Utama, selaku Executive Director The Learning Farm, para peserta tak hanya mendapat pendidikan pertanian untuk dikembangkan, namun pendidikan kepribadian sampai ilmu managemen, komputer hingga bahasa Inggris.

"Mereka juga diajarkan untuk bertoleransi mengingat pesertanya berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mulai dari Papua, NTT, Jawa, dan masih banyak lagi," terang Nona saat ditemui Okezone di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat.

Lebih lanjut, Nona menjelaskan, setelah lulus dari TLF, para peserta biasanya akan kembali ke kampung halaman masing-masing untuk mempraktikkan dan mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan. Sebagian besar alumni dikatakan berhasil mengembangkan usaha pertanian mereka di daerah asalnya.

Sementara itu, Senior Brand Manager Bango, Nando Kusmanto, mengatakan Program Petani Muda digelar karena rendahnya minat pemuda Indonesia untuk berkecimpung di dunia pertanian.

"Oleh karena itu, melalui program ini, target kami setiap angkatan jumlah pemuda yang ikut pendidikan terus bertambah dari setiap wilayah di Indoensia. Masih banyak yang berasumsi profesi petani itu tidak menjanjikan," terang Nando.

bercocok tanam

Kamis 14 September 2019, Okezone dan rombongan media berkesempatan menyambangi langsung lahan pertanian yang menjadi rumah kedua bagi para peserta selama mengikuti program.

Kedatangan kami disambut baik oleh peserta dan para staf TLF. Kami kemudian dibawa untuk mendatangi satu per satu lokasi budidaya tanaman hingga ternak lele, sembari mendengarkan beragam informasi menarik.

bercocok tanam

Seperti saat mengunjungi lokasi budidaya lele dan kelinci. Di tempat ini, sang pemandu menjelaskan bahwa lele merupakan salah satu komiditi ternak yang menjanjikan karena masa panennya cukup singkat yakni, 3 bulan saja.

Fakta menarik lainnya, rombongan juga diberikan informasi seputar teknik pembuatan pupuk cair yang berasal dari urin kelinci. Pupuk ini diklaim memiliki lebih banyak nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Selanjutnya, kami diajak melihat langsung budidaya tanaman hidroponik dan proses pembibitan yang dilakukan di rumah kaca. Pada proses ini, setiap petani harus memilah-milah bibit secara teliti demi mendapatkan hasil yang maksimal.

bercocok tanam

Bibit-bibit tanaman itu juga harus diletakkan di dalam rumah kaca untuk menghindari paparan sinar matahari yang bisa merusak kualitasnya. Menariknya, seluruh proses budidaya dan cocok tanam di tempat ini dilakukan secara organik tanpa menggunakan sedikit pun bahan kimia.

bercocok tanam

Setelah puas melihat proses pembibitan, rombongan diajak menanam bibit kedelai malika sebelum akhirnya diberi kesempatan mencoba sensasi memanen aneka sayuran segar.

Kegiatan kemudian ditutup dengan santap siang bersama dan workshop menarik dari desainer papan atas Indonesia, Didiet Maulana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini