nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Diabetes Bisa Sembuh dan Tak Lagi Konsumsi Obat Seumur Hidup, Asalkan...

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 09:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 481 2130150 pasien-diabetes-bisa-sembuh-dan-tak-lagi-konsumsi-obat-seumur-hidup-asalkan-j9Z9ukGW9U.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Hingga kini diabetes masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Tanah Air angka diabetes cukup tinggi. Bahkan berdasarkan data, Indonesia berada di urutan keenam di dunia sebagai negara dengan prevalensi diabetes tertinggi.

Diabetes dikenal dengan sebutan mother of diseases. Hal ini dikarenakan pasien diabetes dapat mengalami komplikasi penyakit lain. Diabetes dapat merusak jantung, ginjal, mata, dan organ vital lainnya. Tak hanya itu, pasien diabetes berisiko terkena kanker 6-10 kali lebih besar.

Melihat dampak yang luar biasa dari diabetes, maka sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Caranya adalah menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan yang rendah gula dan lemak serta rutin berolahraga.

 Pria mengukur gula darah

Selain itu, lakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Dengan begitu apabila diketahui kadar gula darah melebihi batas normal dan sudah masuk kategori prediabetes atau diabetes, dapat segera dilakukan tindakan pengobatan.

Menurut spesialis endokrologi dan ahli molekular diabetes, dr Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, PhD, anggapan dahulu kala bila diabetes adalah penyakit seumur hidup karena pasien harus terus minum obat sudah tidak berlaku. Sekarang ini, dengan kemajuan dan kecanggihan pengobatan, pasien diabetes dapat sembuh.

"Namanya itu evolution diabetes treatment. Dulu yang diobati hanya mengontrol kadar gula darah, sekarang tidak. Pengobatan menjadi lebih kompleks karena harus menangani liver, pankreas, ginjal, dan semacamnya sehingga diabetes dapat sembuh total," ujar dr Dante saat ditemui Okezone dalam konferensi pers Sun Life Virtual Charity Run yang diadakan Kamis (14/11/2019) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam pemaparannya, dr Dante menjelaskan dahulu obat diabetes hanya terdiri dari satu atau dua macam. Apabila tidak bekerja dengan baik baru obat ditambah menjadi tiga.

Namun sekarang hal itu tidak dilakukan lagi. Dokter akan menggabungkan beberapa obat dalam dosis kecil-kecil sehingga multifaktor yang terganggu diabetes bisa tertangani lebih cepat. Hal ini mencegah pasien mengalami komplikasi.

 Pria ke apotek

"Beberapa orang dengan model pendekatan pengobatan diabetes seperti itu gula darahnya lebih terkontrol. Lama-lama enggak perlu obat. Memang masih ada yang membutuhkan obat, tapi tetap lebih baik," ucap dr Dante.

Selain itu, ke depan akan muncul teknologi pengobatan dengan insulin yang lebih canggih. Dikatakan oleh dr Dante, nantinya pasien diabetes tidak perlu disuntik insulin karena ada smart insulin yaitu insulin dalam bentuk tablet yang tinggal diminum. Kemudian ada pengobatan artificial pancreas yang melibatkan suatu alat yang ditempelkan ke tubuh sehingga dapat menyuplai insulin sesuai kebutuhan berdasarkan sensor.

"Terus ada pengobatan metode stem cell diabetes yang akan memperbaiki pankreas rusak. Dengan begitu pankreas dapat memproduksi insulin lagi sehingga pasien bisa diobati," kata dr Dante.

Ada pula pengembangan nano robotic yang bentuknya seperti kapsul. Di dalam kapsul terdapat sensor microchip yang ketika diminum akan masuk ke darah untuk mengatur kadar gula darah kelainan diabetes sekaligus merilis obat-obat yang ada. Namun memang pengobatan diabetes hingga sembuh hanya berlaku pada pasien tertentu saja.

"Kalau pasien diabetes ketahuan lebih dini, bisa dilakukan pengobatan yang memperkuat fungsi pankreas dan mengurangi produksi gula dalam hati. Biasanya di stadium-stadium awal dan pertengahan akan sembuh. Tapi kalau sudah stadium akhir, pankreas terlanjur rusak parah, harus pakai insulin dosis tinggi, ginjal sudah kena, dan sebagainya enggak bisa sembuh," pungkas dr Dante.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini