Curhat Sanjaya si Guru TK, Banyak Orangtua Tak Biarkan Anaknya Terima Perbedaan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 17 196 2130884 curhat-sanjaya-si-guru-tk-banyak-orangtua-tak-biarkan-anaknya-terima-perbedaan-iKt4fdgyqj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Namun dari jenjang usia tersebut, Sanjaya lebih tertarik pada usia anak TK hingga SD. "Saya tertarik karena pada jenjang usia inilah pondasi karakter manusia dibentuk," tegasnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menjelaskan, dengan menjadi guru TK ia bisa melihat perkembangan yang sangat signifikan pada muridnya seperti berlari, melompat, berputar, bernyanyi, membaca dan menulis, bahkan bermain menggunakan komputer.

Sanjaya sangat menikmati proses tumbuh kembang tersebut, terlebih ketika melihat keceriaan anak muridnya saat bisa menyelesaikan suatu hal.

Kendati demikian, pria berusia 29 tahun itu memang tidak memungkiri bahwa masih banyak pria Indonesia yang enggan menjadi jadi guru TK. Ia berasumsi ada beberapa alasan yang melatar belakangi hal tersebut.

Ia berasumsi ada beberapa alasan yang melatar belakangi hal tersebut.

Pertama, menyangkut gaji dan penghasilan guru TK yang diklaim tidak sebesar profesi lainnya. Kedua, beban belajar untuk menjadi seorang guru itu memang tidak ada habisnya.

"Dulu ketika wisuda, saya merasa beban saya sudah berkurang. Namun ketika memasuki kelas di hari pertama, ternyata beban belajar yang sudah saya lalui itu jauh lebih ringan dari beban saat menjadi guru TK," jelasnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini