nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlalu Vulgar, Bar Ini Dikecam Publik karena Desainnya Mirip Miss V

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 16:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 17 298 2130971 terlalu-vulgar-bar-ini-dikecam-publik-karena-desainnya-mirip-miss-v-l6QmNUkGqs.jpg Bar unik bentuknya mirip Miss V (Foto: asiaone)

SETIAP pengusaha tentu harus kreatif dalam membangun sebuah bisnis. Mereka harus berpikir diluar nalar untuk bisa menciptakan suatu hal yang unik. Seperti ide seorang pengusaha asal Beijing yang mendekorasi pintu depan bar miliknya menyerupai Miss V berukuran raksasa.

Tak hanya pintu masuknya yang dibentuk menyerupai Miss V, ia juga memasang sepasang kaki yang terbuat dari karet tepat di samping kiri dan kanan pintu. Alhasil setiap tamu yang datang ke bar tersebut akan merasakan sensasi masuk ke dalam terowongan yang tampak seperti Miss V raksasa.

 Bar unik

Alih-alih menggaet lebih banyak pengunjung dengan bentuk pintunya yang unik, bar ini justru memicu kemarahan di kalangan netizen. Mereka menganggap tampilan pintu masuk bar tersebut terlalu vulgar dan tidak sopan karena memamerkan alat kelamin kaum hawa.

Saking dianggap sangat ofensif, beberapa media lokal pun menyensor pintu masuk bar tersebut saat meliput. Saking banyaknya masyarakat yang keberatan dengan konsep bar tersebut, pintu kontroversial itu akhirnya diturunkan delapan jam setelah didirikan karena reaksi publik.

 Bar unik

Sebagaimana dilansir Asia One, Jumat (15/11/2019), konsep pintu bar yang dianggap vulgar ini bahkan telah menarik perhatian biro budaya daerah. Mereka pun langsung memerintahkan penyitaan terhadap dekorasi yang menyinggung tersebut. Para staf kemudian diminta untuk membuang hiasan tersebut di depan biro sebelum menuliskan surat perjanjian tidak akan mengulangi tindakan itu lagi

Departemen kebudayaaan daerah itu mengatakan bahwa pemilik bar didenda sebesar 4.500 yuan atau sekira Rp9 juta karena melanggar undang-undang ke-9 menurut Undang-Undang Periklanan Republik Rakyat Tiongkok. Undang-undang tersebut melarang iklan tidak boleh menyertakan apa pun yang mendiskriminasi ras, agama atau gender.

Juru bicara bar telah membuat permintaan maaf kepada publik dan mengaku tidak berpikir dan memertimbangkan konsekuensi dari tindakan kontroversial yang mereka lakukan. Ia pun mengaku bahwa dirinya masih muda dan membutuhkan lebih banyak pengetahuan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini