nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mirisnya Perjalanan Cinta Mala, Suami Selingkuh dengan Pengedar Narkoba

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 18 November 2019 03:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 18 196 2131063 mirisnya-perjalanan-cinta-mala-suami-selingkuh-dengan-pengedar-narkoba-zDebCAeWSn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANDA tentu masih ingat dengan kisah layangan putus yang sempat ramai di jagat maya beberapa waktu lalu. Kisah ini menceritakan curahan seorang istri yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya menikah dengan wanita idaman lain secara diam-diam.

Kasus perselingkuhan hingga berujung perceraian yang disebabkan oleh kehadiran orang ketiga memang tengah marak di Indonesia. Saking seringnya terjadinya, belakangan netizen memiliki sebutan khusus bagi mereka yang diduga telah merusak hubungan rumah tangga orang lain yakni, pelakor alias perebut laki orang.

Kejadian serupa juga sempat dialami seorang ibu beranak dua yang telah mengarungi biduk rumah tangga selama kurang lebih 10 tahun. Kepada Okezone, Mala (bukan nama sebenarnya) menceritakan secara eksklusif kronologi keretakan rumah tangganya hingga berujung pada perceraian.

menceritakan secara eksklusif kronologi keretakan rumah tangganya hingga berujung pada perceraian.

Hidup bahagia selama kurang lebih 10 tahun

Mala menikah dengan Helmi pada tahun 2002 silam. Kala itu, Helmi bekerja sebagai pelaut di sebuah kapal penumpang milik pemerintah.

Selama 10 tahun, mereka hidup bahagia dan dikarunai 2 anak perempuan Puan dan Anna. Komunikasi dan hubungan mereka pun selalu terbuka tanpa rahasia. Bahkan, handphone mereka tidak pernah diberi password.

Mala mengungkapkan bahwa Helmi juga merupakan sosok suami yang selalu berusaha membahagiakan keluarganya.

"Dia selalu mengutamakan kebahagiaan anak dan istri. Bahkan dalam keadaan susah, dia selalu berjuang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan kami dan tidak pernah melibatkan istri. Terutama saat kami kekurangan uang," kata Mala saat dihubungi Okezone via sambungan telefon.

Namun setelah mengarungi biduk rumah tangga selama kurang lebih 10 tahun, awan hitam mulai merundung keluarga mereka. Sikap Helmi kepada Mala tiba-tiba berubah drastis.

Dia menjadi tertutup sering pulang tengah malam. Apalagi pada saat Helmi memutuskan untuk mengambil cuti selama dua minggu. Handphonenya tiba-tiba dikunci rapat. Tidak seperti biasa.

Hal ini menimbulkan kecurigaan di hati dan pikiran Mala. Apalagi saat Helmi keluar rumah, handphonenya tidak bisa dihubungi. Padahal, dulu, Helmi lah yang selalu menelpon Mala saat ia keluar rumah meski hanya dalam waktu sebentar.

Helmi lah yang selalu menelpon Mala saat ia keluar rumah meski hanya dalam waktu sebentar.

"Selama cuti dua minggu di rumah, kami jadi jarang komunikasi karena dia tiap hari pergi. ditelfon gak diangkat. kalau sudah tidur bangunnya sore, bangun tidur langsung pergi lagi. Ditanyain jawabnya mau ada bisnis," ungkap Mala.

"Apalagi dulu kami mau bangun rumah. sampai aku tanya bisnis apa? Mana hasilnya? Jawaban dia: emang harus langsung ada hasilnya?," timpalnya

Untuk urusan finansial, Helmi juga sudah banyak berubah. Jika dulu gajinya selalu dikirim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengurus anak, tiba-tiba ia menghentikan kebiasaan tersebut.

Kejadian ini terus berulang. Sampai pada suatu ketika, Mala menemukan bukti di handphone suaminya. Helmi pun tidak bisa mengelak lagi, karena pada pesan singkat itu, dia kedapatan menggunakan panggilan ayah bunda dengan wanita selingkuhannya.

"Dia hanya diam karena buktinya sudah ada, tapi enggak pernah mau bahas. Saya pernah bales chat wanita itu, kutanyain, tapi malah galakan dia. Malah sok-sokan menghina katanya saya orang kampung," tegas Mala.

Simpanan Helmi pernah mendatangi rumah Mala

Mala mengatakan, selingkuhan Helmi saat itu, sebut saja Bunga, merupakan janda beranak satu anak dan usianya sudah menginjak 40 tahun, sementara Mala baru berusia 31 tahun. Fakta mengejutkan lainnya, Bunga ternyata sempat menyambangi rumah Mala. Kejadian itu berlangsung saat Helmi sedang menjalankan tugasnya sebagai pelaut.

Kejadian itu berlangsung saat Helmi sedang menjalankan tugasnya sebagai pelaut.

"Waktu suami berlayar, dia kan suka ngirim duit atau barang ke rumah. Biasanya dia nyuruh tukang ojek atau pakai kurir yang sudah dia kenal untuk ke rumah," beber Mala.

"Enggak taunya waktu itu tukang ojek datangnya sama perempuan ke rumah dengan penampilan yang wah. Perempuan itu ngakunya saudara tukang ojek, ternyata cuma menyelidiki aja pengen tau rumah suami saya, dan lihat saya secara langsung," tambahnya.

Selidik punya selidik, Helmi selingkuh dengan seorang pengedar narkoba. Menurut teman-temannya, saat itu Helmi jadi ikut-ikutan memakai benda haram tersebut. "Kata teman-temannya, sejak suami saya ketemu perempuan itu, suami saya berubah total," papar Mala.

Tidak mendapatkan nafkah lahir dan batin

Saat itu, Mala dan Helmi sedang membangun rumah di daerah Jakarta Utara. Namun setelah kasus perselingkuhan suaminya terkuak, Mala meminta rumahnya dijual saja, karena ia tidak nyaman jika tinggal di sana.

Setelah rumah dijual, Helmi memberikan setengah dari hasil penjualannya kepada Mala. Selebihnya digunakan Helmi untuk membayar hutang. Padahal, posisi dia masih kerja, bahkan saat menganggur pun Helmi tidak pernah terlilit hutang.

Tak hanya itu, Mala sempat mengalami musibah saat menyusul Helmi bersama anak-anaknya di pelabuhan tengah malam suntuk. Pulang dari pelabuhan, tas Mala dijambret oleh pria tak dikenal.

Mala sempat mengalami musibah saat menyusul Helmi bersama anak-anaknya di pelabuhan tengah malam suntuk.

Semua barangnya hilang termasuk kartu ATM. Saat itu, ia langsung menelfon Helmi dan katanya akan segera diuruskan karena menggunakan namanya.

"ATM-nya dia urus, tapi gak dikasih ke saya, semenjak itu tidak diberi nafkah sama sekali. Beberapa tahun kemudian, saya dan anak-anak kecelakaan saat naik motor. Tangan saya dan tangan anak pertama saya patah, tapi dia sudah dikabarin sama keluarganya pun enggak mau datang," tutur Mala lirih.

Harapan anak pertama hancur

Setelah perselingkuhan Helmi terkuak, anak pertama Mala masih berharap ayahnya akan kembali ke rumah. Saat itu sekitar tiga tahun lalu, Helmi datang ke rumah untuk bertemu dengan anak-anaknya. Sayangnya, Helmi hanya datang saat dia sedang memiliki masalah dengan simpanannya.

Mala kemudian mendadtarkan anak pertamanya ke sebuah pesantren. Sedangkan anak keduanya, dirawat oleh kakak kandungnya di luar kota untuk sementara. Demi bertahan hidup, Mala sempat bekerja sebagai security.

Dua tahun saat anak kedua Mala kembali ke pelukannya, tiba-tiba Helmi kirim pesan di Facebook. Awalnya dia menelfon Mala, tapi enggan dia angkat. Lalu dia mengirimkan ucapan permintaan maaf dan mengaku rindu dengan anak-anaknya.

"Saya bilang, dari dulu pun saya tidak melarang untuk ketemu anak. pintu rumah saya terbuka 24 jam. Dia minta maaf, saya bilang tidak ada yang perlu dibahas. Saya sudah lupain semuanya. trus dia bilang 'aku kangen sama mamanya juga'. Tapi tidak saya balas," ujar Mala.

Waktu berlalu, beberapa bulan kemudian karena Mala sedang tidak ada uang, Mala menyuruh anak pertamanya meminta uang jajan ke Helmi.

"Dia bilang, 'oh hubungin papa cuma kalo minta uang doang ya?' Karena kesabaran saya habis, saya yang balas dengan emosi. Saya bilang, 'seharusnya hal-hal seperti itu anak enggak perlu minta, itu udah tanggung jawabmu'," kata Mala.

"Terus saya bilang ke anak saya, enggak usah hubungin lagi. Semenjak itu dia kecewa besar dengan papanya dan engak pernah berharap lagi. Sekarang kami anggap dia sudah meninggal," tukasnya.

1
6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini