nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buruknya Sanitasi Air, Jadi Pemicu Anak Stunting di Indonesia

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 18 November 2019 15:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 18 481 2131286 buruknya-sanitasi-air-jadi-pemicu-anak-stunting-di-indonesia-a55S4lohg6.jpg Buruknya sanitasi picu stunting (Foto: News24)

STUNTING atau kekerdilan pada anak masih jadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh Indonesia. Saking daruratnya, diketahui Pemerintah sendiri memasukkan penurunan stunting menjadi target program kerja pemerintah tahun 2015-2019.

Untuk kasus stunting, nyatanya tahukah Anda bahwa Indonesia menempati urutan keempat di dunia untuk penderita stunting di bawah India dan Pakistan?

Stunting

Tidak banyak yang paham bahwa selama ini masalah stunting atau kekerdilan ini bukan hanya dipicu soal kekurangan gizi kronik, namun juga buruknya sanitasi yang ada di keluarga di Indonesia.

Gambaran sederhana, data dari Unilever menyebutkan bahwa lebih dari 70 persen rumah tangga di Indonesia belum membersihkan kamar mandi dan toilet dengan benar. Seperti dijelaskan oleh Stevia Angesty, Sociopreneur dalam bidang sanitasi dari Feelwell Ceramics, ternyata sanitasi yang buruk, contohnya tidak memperhatikan soal jarak septic tank dengan sumber air, hingga kebocoran septic tank, sangatlah berhubungan menjadi salah satu pemicu terjadinya stunting pada anak.

 Ilustrasi stunting

“Stunting dan soal sanitasi itu sangat berkorelasi, menurut data dari World Bank dan Kementerian Kesehatan, buruknya soal sanitasi adalah salah satu penyebab dari kasus stunting. Anak bukan hanya kerdil tapi otaknya juga kecil, jadi kalau kita hanya fokus di gizi misalnya makan sehat dan kasih vitamin semua akan jadi sia-sia jika kebudayaan buang airnya jorok akan jadi pemicu diare. Diare yang berkelanjutan akhirnya gizi enggak bisa diserap sempurna,” papar Stevia, saat ditemui Okezone, Senin (18/11/2019) di bilangan Jakarta Selatan.

Senada dengan pernyataan di atas, ditegaskan oleh Dr.dr.Wani Gunardi, SP. MK (K) selaku dokter mikrobiologis klinis, segala gizi dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak memang secara teknis tidak akan menopang tumbuh kembang anak, karena malah digunakan untuk melawan penyakit.

“Sanitasi itu sangat berperan di sektor kesehatan, sanitasi yang buruk dan lingkungan yang kotor akhirnya membuat jadi sumber penyakit. Stunting dan sanitasi memang sangat erat, kita perbaiki gizinya namun kan yang namanya bibit penyakit itu tetap ada. Ya, jadi pertumbuhannya enggak berkembang, kenapa? Karena yang ada di tubuh jadinya digunakan hanya untuk melawan penyakit tersebut,” pungkas Dr.dr.Wani.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini