nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Obat-obatan Herbal Tak Selamanya Baik untuk Pasien Kanker, Ini Kata Pakar Kesehatan

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 18 November 2019 18:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 481 2131301 obat-obatan-herbal-tak-selamanya-baik-untuk-pasien-kanker-ini-kata-pakar-kesehatan-7oXQAay93h.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Obat-obatan herbal yang mengandung ekstrak bawang putih dan jahe disebut bisa menghambat penyembuhan luka pada bagian kulit ketika kanker payudara menyebar. Karena itu, para pasien kanker disarankan untuk memberi tahu dokter mereka jika menggunakan obat herbal.

Dilansir dari BBC, seorang ahli bedah, Profesor Maria Joao Cardoso, mengatakan sampai saat ini ia tidak melihat bukti bahwa obat-obatan herbal ataupun krim berhasil menyembuhkan. Jika merasa ragu-ragu, menurutnya, lebih baik tidak usah mengonsumsinya.

"Dokter harus lebih proaktif bertanya kepada para pasien mereka, obat-obatan apa lagi yang mereka konsumsi selain pengobatan medis untuk kanker," ungkap Profesor Cardoso, Kepala Ahli Bedah Payudara di Champalimaud Cancer Centre di Lisbon, Portugal, kepada BBC.

 Infografis

Ia mengatakan, para pasien kanker harus mengonsultasikan dengan dokter mereka terlebih dahulu, sebelum mencoba terapi alternatif untuk kanker yang telah menyebar ke kulit. Ini terjadi pada satu dari lima kasus kanker payudara.

Banyak produk disebut bisa mengganggu terapi hormon atau perawatan kemoterapi, dan itu berbahaya serta dapat mengakibatkan pembekuan darah dalam waktu lama. Hal inilah yang membuat penyembuhan luka menjadi sangat lama dan menyebabkan lebih banyak jaringan parut.

Berikut ini adalah kandungan produk herbal yang menurut Prof Maria Joao Cardoso bisa mengakibatkan pembekuan darah:

 Teh

- Daun chiretta hijau

- Daun feverfew

- Bawang putih

- Ekstrak daun ginkgo

- Ginseng

- Daun hawthorn

- Buah berangan kuda

- Kunyit

Lebih banyak kerugiannya

Menurut Cardoso, dirinya tidak merasa heran bila para pasien mencari pengobatan alternatif agar ada pilihan lain. Namun menurutnya, orang-orang juga harus mengetahui "akan lebih banyak kerugian dibandingan keuntungan yang mereka dapat".

"Tujuan tertinggi dalam kedokteran penting untuk diingat: jangan membahayakan," katanya.

Dalam situs webnya, Cancer Research UK menyebutkan beberapa terapi alternatif bisa mengganggu perawatan konvensional yang seharusnya berjalan. Dalam lamannya juga, lembaga itu mengungkapkan, selama pengobatan kanker para pasien harus menghindari beberapa makanan dan minuman seperti jeruk bali dan jeruk biasa, karena buah-buahan itu dapat mempengaruhi seberapa baik obat kanker dipecah dalam tubuh.

"Bicarakan dengan dokter Anda tentang terapi tambahan yang akan Anda gunakan. Beri tahu mereka sebelum Anda mulai menjalani terapi tambahan, terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan kanker," katanya.

Grete Brauten-Smith, spesialis perawat klinis di lembaga amal Breast Cancer Now mengatakan, dengan banyaknya informasi yang beredar di internet, namun belum terbukti khasiatnya dan minimnya penelitian tentang produk-produk herbal tersebut, maka ada baiknya para pasien berdiskusi dengan dengan para pakar kesehatan, agar pasien memiliki informasi akurat yang mereka butuhkan untuk membuat pilihan yang tepat.

Solusinya, kata Cardoso, pasien kanker payudara bisa mencoba terapi seperti yoga, meditasi, dan akupunktur yang dapat berdampak positif pada kualitas hidup pasien.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini