nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawasan Wisata Masih Marak Preman, Ganjar Tak Yakin Produser Hollywood Mau Mampir

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 12:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 406 2131645 kawasan-wisata-masih-marak-preman-ganjar-tak-yakin-produser-hollywood-mau-mampir-QOmp3tpRbS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GUBERNUR Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menampik praktik premanisme masih menjamur di sejumlah kawasan wisata. Padahal, dia berencana meyakinkan para sutradara Hollywood agar tertarik syuting di Jawa Tengah.

Padahal, sejak film Eat, Pray, and Love booming, Ganjar menilai bahwa film yang dibintangi aktris kawakan Julia Roberts itu bisa menjadi jembatan penghubung untuk menarik minat dan perhatian wisatawan mancanegara.

Buktinya, beberapa tahun berselang, sebuah film laga berjudul Java Heat menjadikan kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah sebagai lokasi syutingnya. Hal ini secara tidak langsung membuktikan keindahan alam serta keunikan budaya Indonesia sebetulnya memiliki potensi yang besar untuk menggaet wisatawan.

 serta keunikan budaya Indonesia sebetulnya memiliki potensi yang besar untuk menggaet wisatawan.

Sayangnya, sejumlah pekerjaan rumah harus segera dibenahi pemerintah, jika memang mau Indonesia menjadi destinasi pilihan para sutradara mancanegara tersebut.

“Pilihan-pilihan destinasi kita bagus, tapi orang-orang lokal tidak mendapat insentif apapun. Akhirnya dipajaki, akhirnya terjadi premanisme," tegas Ganjar Pranowo, dalam acara , di Solo, Jawa Tengah.

"Perilaku seperti ini yang tidak mendukung pariwisata. Sehingga harus segera kita benahi bersama,” tambahnya.

Nah, untuk mengatasi praktik premanisme ini, Ganjar menegaskan tidak cukup hanya dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) atau regulasi tertentu, namun harus dibenahi dari akarnya, dalam hal ini adalah menyangkut etika.

“Jangankan Perda, Undang-Undang Anti Korupsi saja masih dilanggar. Mau kasih contoh Perda dilarang buang sampah dan parkir? Saya sekolah hukum 8 tahun, ilmu saya berarti dalam lho,” canda Ganjar.

namun harus dibenahi dari akarnya, dalam hal ini adalah menyangkut etika.pariwisata masih ramai preman

“Maaf, regulasi itu bukan jaminan. Ethic atau etika yang paling menjamin. Maka ethic itu yang harus dibangun dari kebiasaan-kebiasaan yang berorintasi dari kepantasan,” timpalnya.

Kendati demikian, Ganjar menegaskan bahwa siapa pun sutradara-sutradara Hollywood yang tertarik menjadikan Jawa Tengah sebagai lokasi syuting, pihaknya sangat membuka diri dan siap menjamin akan menghilangkan praktek premanisme.

Selain itu, masih ada beberapa tantangan lainnya yang tidak kalah penting dan harus segera diselesaikan. Termasuk untuk urusan kebersihan. Ganjar tidak memungkiri bahwa menghilangkan kebiasaan buang sampah sembarangan di seluruh lapisan masyarakat memang bukan pekerjaan yang mudah.

Maka dari itu, beberapa waktu lalu ia menggelar kongres sampah dengan harapan, ke depannya masyarakat Jawa Tengah tidak hanya sekadar mengelola sampah saja, tetapi bagaimana mengubah perilaku dan kebiasaan yang selama ini telah mendarah daging.

“Sampah itu harus menjadi suatu sikap dan perilaku yang harus kita mulai dari tidak boleh membuang sampah sembarangan, kemudian jenis sampahnya juga harus dipilah-pilah dari awal. Memang membutuhkan proses untuk mengubah kebiasaan ini, tapi saya sudah mulai mencoba untuk menerapkannya,” tukas Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini