nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kembangkan Wisata Kesehatan dan Jamu, Menkes Terawan Tawarkan Purwaceng dan Kerokan

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 19:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 406 2131904 kembangan-wisata-kesehatan-kebugaran-dan-jamu-menkes-terawan-tawarkan-purwaceng-dan-kerokan-6Xa4kIM1L8.jpg Menkes Terawan (Foto : Okezone)

Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak hanya mengembangkan industri kesehatan dari segi obat dan alat kesehatan. Tapi ada hal lain yang memiliki peluang besar yakni di bidang pariwisata. Bagaimana tanggapan Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) atau yang akrab disapa Menkes Terawan?

Selain devisa negara, menurut Menkes Terawan, wisata kesehatan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk pembangunan nasional dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karenanya, Kemenkes bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menindaklanjuti nota kesepahaman dua menteri mengenai pengembangan wisata kesehatan yang pernah ditandatangani pada 2017. Implementasi dari kerja sama tersebut adalah meluncurkan dua buku tentang Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran dengan destinasi Joglosemar, Bali, serta Jakarta dan Katalog Wisata Kesehatan.

Menkes Terawan

Berdasarkan konsep dan peta jalan pengembangan yang telah disepakati bersama, terdapat empat klaster wisata kesehatan yakni wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, serta wisata ilmiah kesehatan. Saat ini, klaster yang menjadi fokus adalah wisata kebugaran dan jamu. Wisata kebugaran dan jamu dinilai memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi yang tinggi.

"Di Indonesia banyak contohnya untuk wisata kebugaran dan jamu. Mau tongkat ali, mau purwaceng, atau mau apa mak erot ada. Kita pakai teknik-teknik lain yang segar, gampang, dan memudahkan orang asing untuk mau datang," ujar Menkes Terawan saat ditemui Okezone dalam Peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, Selasa (19/11/2019) di Jakarta.

Ditambahkan oleh Menkes Terawan, diperlukan ide-ide segar yang mudah agar orang asing atau wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia karena tertarik dengan wisata kesehatannya. Ide tersebut juga mencakup hal-hal menggelitik yang memancing rasa ingin tahu. Sebab hal itulah yang dinilai penting.

"Kita yakin bahwa orang-orang Indonesia itu punya ide cemerlang, punya inovasi yang baik untuk menjual sesuatu," kata Menkes Terawan.

Menkes Terawan

Sedangkan untuk kebugaran, dirinya menyebut kerokan bisa menjadi tawaran menarik untuk wisatawan mancanegara. Apabila di negara lain ada terapi sengat lebah dan bekam yang sangat diminati, kerokan diyakini bisa menjadi jadi daya tarik tersendiri. Selain itu, nilai pendapatannya juga besar.

"Misalnya ada 100 kamar lalu durasi kerokan 20-25 menit ditambah minum jamu dan pijat, sudah berapa biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan? Jadi itulah hal-hal yang kadang-kadang tidak kita komunikasikan sebenarnya bisa menjadi peluang namun karena kita malu setiap hari melihatnya. Padahal buat orang asing itu sesuatu yang menarik, aneh," kata Terawan.

Bukan tidak mungkin kerokan menjadi salah satu aspek wisata kesehatan yang akan direalisasikan. Bahkan Menkes Terawan mengusulkan agar namanya diganti dari kerokan menjadi pembuatan tato sehat sementara. Bisa juga kerokan dengan bentuk atau gambar lain.

Menkes Terawan

Akan tetapi, di sisi lain kerokan dianggap sebagai sesuatu yang memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Tak sedikit dokter yang melarang masyarakat melakukan kerokan. Untuk hal ini, Menkes Terawan memiliki jawabannya sendiri.

"Itu alasannya mungkin karena mereka belum baca literatur. Sementara literaturnya banyak," pungkas Menkes Terawan. (DRM) 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini