nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Terawan Ungkap 4 Cara Kembangkan Wisata Kesehatan di Indonesia

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 22:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 406 2131932 menkes-terawan-ungkap-4-cara-kembangkan-wisata-kesehatan-di-indonesia-BPKiLNu8jr.jpg Menkes Terawan (Foto: Kemenpar)

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai serius menggarap wisata kesehatan di Indonesia.

Wisata kesehatan dinilai memiliki peluang besar untuk mendatangkan devisa negara. Ada 4 klaster wisata kesehatan yang rencananya akan dikembangkan.

Keempat klaster itu ialah wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan wisata ilmiah kesehatan. Saat ini yang tengah menjadi fokus pemerintah adalah wisata kebugaran dan jamu. Adapun destinasi wisata yang ditentukan yakni wilayah Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang), Bali, dan DKI Jakarta.

 laki-laki di panggung

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI (Purn) Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), ada empat cara yang bisa dilakukan guna mengembangkan wisata kesehatan di Tanah Air.

Pertama, meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia untuk berwisata kesehatan. Caranya dengan membuat inovasi supaya tujuan wisatawan benar-benar mempercayakan kesehatannya di Tanah Air.

"Harus membuat inovasi-inovasi yang tidak ada di tempat lain. Kalau di tempat lain juga ada, maka harus lebih hebat. Tapi kalau mau lebih dari tempat lain, investasinya mahal, sedangkan kalau membuat inovasi investasinya murah, tinggal dipilih saja," ujar Menkes Terawan saat ditemui Okezone dalam acara Peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, Selasa (19/11/2019) di Jakarta.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, cara kedua adalah mencegah wisatawan domestik untuk melakukan wisata kesehatan ke negara lain. Oleh karenanya, pelayanan kesehatan di Tanah Air harus ditingkatkan menjadi lebih baik.

Tujuannya agar bisa bersaing dan lebih diterima oleh masyarakat Indonesia. Apabila tidak dilakukan peningkatan, maka wisatawan domestik akan tetap melakukan perjalanan wisata kesehatan ke mancanegara.

 Foto bersama

"Maka dari itu, kita harus punya kemampuan untuk menarik masyarakat kita sendiri supaya tidak berobat ke tempat lain. Pelayanan kesehatan dalam negeri harus bisa dipercaya. Respons dari profesional harus bagus, kalau tidak, ya mereka akan lari ke luar," ucap Menkes Terawan.

Cara ketiga ialah meningkatkan lama kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia. Dalam hal ini meningkatkan kunjungan yang sehat. Setelah melakukan pengobatan, wisatawan bisa berjalan-jalan di destinasi yang dituju.

Terakhir, meningkatkan pengeluaran wisata wisatawan pada setiap perjalanan. Caranya dengan mempermudah sistem pembayaran. Bisa dengan mesin EDC atau uang elektronik.

"Pokoknya harus dipermudah, kalau tidak dipermudah tidak bisa membuat pengeluaran wisatawan itu banyak. Malah yang ada nanti wisatawan marah karena bayar pakai kartu susah, pakai teknologi enggak bisa, pakai sistem transfer enggak bisa, maunya cash," ujar Menkes Terawan.

Menurutnya, di era industri 4.0 dimana semuanya digital, maka penting untuk berinovasi termasuk sistem pembayaran. Dengan demikian, nilai manfaat ekonomi yang didorong oleh sektor pariwisata kesehatan dapat berkontribusi signifikan bagi banyak hal. Mulai dari pembangunan nasional, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, peningkatan devisa negara, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini