nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi Menparekraf Wishnutama Promosikan Wisata Kesehatan di Tanah Air

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 03:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 406 2131954 strategi-menparekraf-wishnutama-promosikan-wisata-kesehatan-di-tanah-air-lmJqfxJZiK.jpeg Jamu kunyit asam (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Berdasarkan data Global Buyers Survey 2016-2017, ada sekira 11 juta wisatawan atau 3-4 persen dari total penduduk dunia melakukan perjalanan wisata dengan tujuan wisata medis atau wisata kesehatan.

Kemudian survei Global Wellness Economy Monitor January pada tahun 2017 yang menggunakan data tahun 2015 menunjukkan jumlah perjalanan untuk pariwisata kebugaran adalah sebanyak 691 juta. Jumlah ini meningkat 104,4 juta dibandingkan tahun 2013.

Data tersebut menunjukkan pariwisata kesehatan memiliki prospek yang semakin berkembang ke depannya. Maka tak heran bila pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai serius menggarap wisata kesehatan. Saat ini yang tengah difokuskan ialah mengelola serta mengembangkan wisata kebugaran dan jamu.

 Jamu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memiliki strategi tersendiri untuk mengembangkan wisata kesehatan di Tanah Air. Salah satunya adalah mengedepankan keunikan dari destinasi wisata kesehatan.

Keunikan yang dirasakan wisatawan dapat menjadi pengalaman berkesan. Tentunya hal itu merupakan aspek penting. Dari pengalamannya, wisatawan nanti akan bercerita ke lingkungan sekitarnya. Dengan begitu promosi wisata kesehatan menjadi lebih strategis.

"Pada era digital ini, pengalaman di-sharing ke khalayak ramai. Mau yang positif maupun negatif," ujar Wishnutama saat ditemui Okezone dalam acara Peluncuran Buku Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran dan Katalog Wisata Kesehatan, Selasa (19/11/2019), di Jakarta.

Kemajuan dunia digital juga mempermudah pemerintah untuk menargetkan wisatawan yang memerlukan wisata kesehatan. Sebab di era artifisial seperti sekarang ini, bisa lebih mudah mempromosikan sesuatu berdasarkan perilaku seseorang.

 laki-laki di panggung

"Kita bisa melakukan promosi dengan mengundang content creator atau influencer. Zaman sekarang rekomendasi dari orang terkenal lebih dipercaya," ujar Wishnutama.

Dirinya yakin content creator atau influencer memiliki pengaruh untuk mempromosikan wisata kesehatan. Namun memang hal itu belum diketahui secara pasti sehingga anggaran belum ditetapkan. Wishnutama mengatakan, mengundang content creator atau influencer bisa menjadi salah satu strategi ke depan.

"Bagaimana caranya, detailnya belum kita bicarakan. Hal yang terpenting mencari dulu konsepnya, konsep berpikirnya," pungkas Wishnutama.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini